
PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) menjadwalkan pekerjaan preservasi di Ruas Tol Jakarta–Tangerang mulai Senin, 31 Agustus hingga Selasa, 8 September 2026. Pekerjaan berupa rekonstruksi perkerasan jalan dan plat jembatan ini menyasar empat titik lokasi dengan total panjang pekerjaan mencapai 155 meter.
Titik dan Jadwal Pekerjaan
- KM 17+035–17+040 dan KM 17+075–17+105, Jalur A Lajur 1: rekonstruksi rigid, 31 Agustus pukul 23.00 WIB–3 September pukul 05.00 WIB
- KM 19+400 Kali Cisadane, Jalur B Lajur 2: rekonstruksi plat jembatan sepanjang 30 meter (2 span), 3 September pukul 06.00 WIB–8 September pukul 05.00 WIB
- KM 12+575–12+665, Jalur A Lajur 2: rekonstruksi rigid sepanjang 90 meter, 4 September pukul 23.00 WIB–7 September pukul 05.00 WIB
JMTM menyebutkan bahwa jadwal pekerjaan di beberapa titik mengalami pergeseran dari rencana minggu sebelumnya. Pelaksanaan preservasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas agar gangguan terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan.
Baca juga:
- Tanpa Perayaan Besar, Maxim Indonesia Merayakan Ulang Tahun Ke-8 Dengan Mengecat Sekolah, Mengajar Bahasa Inggris, Dan Membantu Masyarakat
- Penjelasan Lion Air Penerbangan JT-087 pada Operasional dan Penanganan Jamaah Umrah Rute Jeddah Tujuan Jakarta
Direktur Operasi JMTM, Adhi Kristiawan, mengatakan preservasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas dan keberlanjutan fungsi infrastruktur jalan tol. Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan agar tetap memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Selama masa pekerjaan, JMTM bersama pengelola jalan tol akan mengatur dan mengamankan area kerja sesuai kondisi lapangan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati, menjaga kecepatan kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas saat melintasi area pekerjaan.
Catatan Redaksi. Rekonstruksi rigid adalah pembongkaran total lalu pengecoran ulang perkerasan beton jalan, berbeda dari sekadar menambal lubang, karena struktur beton yang retak parah butuh dibangun ulang agar kekuatannya kembali seperti semula. Pekerjaan semacam ini umumnya dilakukan malam hari dan bertahap per lajur seperti terlihat dari jadwalnya, agar jalur lain tetap bisa dilalui kendaraan sehingga kemacetan tidak menumpuk di satu titik.
Sumber: PT Jasamarga Tollroad Maintenance.





