
Data pasar futures aset kripto global menunjukkan kecenderungan posisi long yang lebih dominan pada Ethereum dibandingkan Bitcoin. Bittime, platform pedagang aset keuangan digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyoroti tren ini sebagai bagian dari konteks pertumbuhan pasar futures di Indonesia.
Berdasarkan data yang diamati pada 1 September 2026, sebanyak 69,74% akun global mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, dengan long/short ratio mencapai 2,30. Sementara itu, posisi pada BTCUSDT perpetual relatif berimbang, yakni 50% long dan 50% short dengan rasio 1,00. Data semacam ini bersifat sesaat dan dapat berubah cepat mengikuti dinamika pasar, sehingga tidak menjadi jaminan arah harga ke depan.
Baca juga:
- Gejolak Timur Tengah Guncang Kripto, Ke Mana Arah Bitcoin?
- Bittime Tanggapi Gejolak Bearish pada Pasar Aset Kripto dan Dampaknya Terhadap Investor
Peluang di Tengah Pasar yang Dinamis
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pola positioning trader global menunjukkan bahwa produk futures memberi fleksibilitas untuk merespons kondisi pasar melalui posisi long maupun short. Namun ia menekankan bahwa peluang tersebut perlu diimbangi pemahaman mekanisme produk, termasuk margin, leverage, volatilitas, dan risiko likuidasi. Sebagai langkah edukasi, pengguna Bittime Futures diwajibkan menyelesaikan knowledge test sebelum dapat mengakses fitur tersebut.
Di dalam negeri, aktivitas derivatif kripto juga terus tumbuh. OJK mencatat nilai transaksi derivatif aset kripto mencapai Rp3,41 triliun pada Juli 2026, dari total transaksi aset kripto sebesar Rp20,52 triliun pada periode yang sama. Jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital di Indonesia tercatat mencapai 22,93 juta akun.
Derivatif Mendominasi Volume Perdagangan Global
Senior trader sekaligus founder komunitas Theory of Whaless, Lely Marthadinata, menilai futures kini menjadi bagian utama aktivitas perdagangan kripto dunia, bukan sekadar produk pelengkap. Ia merujuk data CoinMarketCap yang mencatat total volume perdagangan di 11 bursa besar pada Juni 2026 mencapai sekitar US$4,74 triliun, di mana sekitar US$4 triliun atau 84% di antaranya berasal dari perdagangan derivatif. Menurutnya, pertumbuhan pasar futures di Indonesia perlu dibarengi penguatan likuiditas, teknologi, biaya transaksi, dan variasi produk.
Dalam tujuh hari terakhir, token yang paling banyak diperdagangkan di Bittime Futures adalah BTCUSDT-PERP, HYPEUSDT-PERP, dan PUMPUSDT-PERP. Bittime Futures sendiri menjadi bagian dari ekosistem 3-in-1 Bittime yang mencakup layanan Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi OJK.
Sumber: Bittime.





