
Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian pasar setelah menembus level US$86.000 dan sempat mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9/2026). Kenaikan harian sekitar 6% ini membawa BTC ke level tertinggi dalam kurang lebih delapan bulan, setelah sebelumnya sempat bertahan di atas US$80.000.
Penguatan harga terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar derivatif. Data dari platform kripto FLOQ mencatat open interest Bitcoin naik 9,38% dalam 24 jam menjadi sekitar US$61,33 miliar, sementara volume perdagangan gabungan melonjak 39%. Di sisi lain, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$68,1 juta pada 21 September, melanjutkan tren inflow sekitar US$433 juta pada 18 September.
Sentimen FOMO Meningkat
Data Santiment yang dikutip Coinpedia menunjukkan sentimen fear of missing out (FOMO) terhadap Bitcoin mencapai level tertinggi sejak Desember 2024. Secara teknikal, BTC telah menembus moving average 50 minggu di sekitar US$78.320 dan melewati swing high yang terbentuk pada Mei. Sejumlah analisis teknikal menempatkan area US$88.600-92.220 sebagai target berikutnya, dengan potensi ekstensi hingga US$97.637 jika momentum berlanjut, meski proyeksi ini bukan jaminan arah harga.
Korporasi Ikut Menambah Kepemilikan
Minat korporasi turut menopang sentimen pasar. Strategy, perusahaan yang dikenal dengan strategi treasury Bitcoin, membeli tambahan 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta pada pekan yang berakhir 20 September, sehingga total kepemilikannya mencapai 846.000 BTC.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kombinasi arus dana institusional, akumulasi korporasi, dan aktivitas derivatif perlu dicermati dalam membaca reli Bitcoin saat ini. Menurutnya, kenaikan yang berlangsung cepat juga perlu disikapi dengan hati-hati karena peningkatan FOMO dan posisi derivatif dapat memperbesar ruang volatilitas. Ia menekankan bahwa keberlanjutan tren akan sangat bergantung pada kemampuan permintaan spot menopang harga, sementara investor tetap perlu memahami risiko dan mengelola volatilitas di tengah pergerakan pasar yang cepat.
Setelah melewati US$86.000, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin bertahan di level tersebut sekaligus menguji area US$90.000. Jika terjadi koreksi, area US$82.000-84.000 disebut sebagai zona yang dipantau, dengan US$75.000 sebagai area dukungan yang lebih luas apabila koreksi berlangsung lebih dalam.
Sumber: FLOQ.





