Prediksi Harga Bitcoin November 2026 Usai Anjlok ke $76.000

Prediksi Harga Bitcoin November 2026 Usai Anjlok ke .000

Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan pada awal November 2026. Setelah sempat menguat di atas US$81.000, BTC terkoreksi hingga menyentuh kisaran US$76.000 pada 5 November 2026, turun sekitar 5,8% dalam 24 jam dan diperdagangkan di sekitar US$75.954 menurut data CoinGecko. Koreksi serupa juga melanda Ethereum (ETH) yang melemah 7,5% ke US$2.251 dan Solana (SOL) yang turun 7,9% ke US$89,16, sehingga kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan menyusut 4,6% menjadi sekitar US$2,66 triliun.

Saham Teknologi AS Ikut Tumbang

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tekanan terhadap Bitcoin tidak bisa dilepaskan dari gejolak di pasar saham Amerika Serikat. Pada perdagangan 5 November, Nasdaq Composite turun 4,7% dan S&P 500 melemah 3,5%, dengan saham Nvidia terkoreksi 7,5% serta AMD anjlok 14,6%. Menurutnya, kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Sela AS pada 3 November memunculkan kekhawatiran soal potensi regulasi yang lebih ketat terhadap pengembangan teknologi AI, yang turut memicu aksi jual di saham-saham teknologi dan merembet ke aset kripto.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Arus Dana ETF Bitcoin Berfluktuasi

Di tengah gejolak tersebut, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih sebesar US$115,6 juta pada 3 November, dengan akumulasi penarikan dana melampaui US$1,15 miliar dalam tiga sesi perdagangan. Namun pada 4 November, ETF Bitcoin spot kembali mencatat arus masuk bersih US$74,6 juta, menandakan minat investor institusional masih bergerak dinamis. Tekanan jual juga terasa di pasar derivatif, dengan total likuidasi kripto mencapai sekitar US$1,08 miliar dalam 24 jam, di mana US$954,38 juta berasal dari posisi long yang salah mengantisipasi arah harga.

Ke Mana Arah Bitcoin di November 2026?

Secara teknikal, BTC masih bergerak dalam pola descending channel berdasarkan grafik harian TradingView per 5 November 2026. Indikator Bollinger Bands menempatkan area US$80.139 sebagai resisten awal; jika ditembus, BTC berpotensi menguat ke US$81.000–US$82.000 bahkan menguji US$85.000. Sebaliknya, area US$75.000–US$76.000 menjadi support penting, dan jika jebol, koreksi dapat berlanjut menuju US$73.000. Yudho menyebut Bitcoin masih berada dalam fase chop zone dengan batas penting di kisaran US$75.000 hingga US$90.000 sebelum arah pasar menjadi lebih jelas, dan mengingatkan investor untuk mencermati sentimen global serta mengelola risiko mengingat tingginya volatilitas aset kripto.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan