Barantum Perluas Fitur Broadcast ke Semua Channel Komunikasi

Barantum Perluas Fitur Broadcast ke Semua Channel Komunikasi

Kebutuhan komunikasi bisnis dengan pelanggan kini semakin beragam seiring bertambahnya kanal yang digunakan, mulai dari WhatsApp, media sosial, website, hingga marketplace. Kondisi ini mendorong penyedia layanan CRM untuk mengembangkan solusi broadcast yang tidak lagi terbatas pada satu channel saja.

Broadcast Selama Ini Identik dengan WhatsApp

Selama ini, sebagian besar tools broadcast hanya dirancang untuk channel WhatsApp. Akibatnya, ketika bisnis ingin menjalankan campaign melalui kanal lain, mereka harus menggunakan sistem yang berbeda-beda. Proses ini membuat pengelolaan pesan, penerima, hingga pemantauan hasil campaign menjadi kurang efisien, terutama bagi bisnis dengan jumlah pelanggan dan channel yang terus bertambah.

Bacaan Lainnya

Barantum Hadirkan Broadcast Lintas Channel

Menjawab kebutuhan tersebut, Barantum memperluas kemampuan fitur broadcast pada platformnya agar dapat digunakan di berbagai channel komunikasi, termasuk marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, selain WhatsApp. Dengan pendekatan ini, bisnis dapat menjalankan campaign melalui kanal yang sesuai dengan karakter pelanggan tanpa perlu berpindah-pindah platform.

Fitur broadcast Barantum juga dilengkapi sejumlah kemampuan pendukung, seperti impor dan segmentasi kontak, personalisasi pesan interaktif, pengukuran spam score dan quality score, penjadwalan pengiriman, serta monitoring dan analitik performa campaign secara real-time. Kombinasi fitur ini memungkinkan tim mengelola proses broadcast secara menyeluruh, mulai dari persiapan data hingga evaluasi hasil, dalam satu alur kerja.

Barantum sendiri merupakan platform CRM, omnichannel, broadcast, AI Agent, dan call center berbasis cloud asal Indonesia yang telah digunakan oleh lebih dari 5.000 bisnis dari berbagai sektor, termasuk ritel, pendidikan, logistik, keuangan, kesehatan, dan jasa profesional.

Catatan Redaksi. Spam score dan quality score adalah indikator yang dipakai platform seperti WhatsApp Business API untuk menilai apakah pesan massal berpotensi dianggap spam oleh penerima, sehingga bisa memengaruhi jangkauan atau status akun pengirim. Pendekatan broadcast lintas channel sendiri berbeda dari cara lama yang mengelola tiap kanal dengan sistem terpisah, karena data kontak dan hasil campaign dari WhatsApp, marketplace, hingga media sosial ditarik ke satu dasbor yang sama.

Sumber: Barantum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan