FLOQ Catat 1,8 Juta Pengguna, Perkuat Infrastruktur via AWS

FLOQ Catat 1,8 Juta Pengguna, Perkuat Infrastruktur via AWS

Platform aset kripto FLOQ melaporkan pertumbuhan bisnis yang signifikan sejak resmi meluncurkan layanannya pada Mei 2025. Dalam waktu sekitar satu tahun operasional, perusahaan mengklaim telah memiliki sekitar 1,8 juta pengguna dengan nilai dana fiat dan aset kripto yang ditempatkan di platform melampaui Rp1 triliun.

Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan capaian tersebut dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Kamis (6/8/2026). Ia menilai pertumbuhan investor kripto di Indonesia—yang menurutnya kini melebihi 20 juta orang dengan nilai transaksi sepanjang 2025 mencapai lebih dari Rp400 triliun—menunjukkan bahwa aset digital telah menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas, bukan sekadar instrumen spekulasi.

Read More

Pendanaan dan Penghargaan

Selain pertumbuhan pengguna, FLOQ menyebut telah memperoleh pendanaan senilai US$11 juta serta meraih penghargaan sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia pada 2025. Perusahaan mengklaim seluruh proses deposit dan transaksi berjalan tanpa gangguan (downtime) sejak hari pertama peluncuran, saat aplikasinya sempat menjadi salah satu unduhan teratas di Indonesia.

Infrastruktur Bersama AWS

Untuk mendukung skala transaksi yang terus bertambah, FLOQ membangun sistemnya di atas layanan Amazon Web Services (AWS) sejak awal pengembangan, termasuk AWS Lambda, Amazon Aurora, dan AWS Nitro Enclaves. Perusahaan menerapkan arsitektur ganda (hot-hot) pada dua Availability Zone di AWS Asia Pacific Jakarta agar layanan tetap berjalan bila salah satu zona mengalami gangguan.

Proses penandatanganan transaksi blockchain dilakukan melalui lingkungan komputasi terisolasi guna mencegah kunci transaksi terekspos ke pihak luar maupun internal perusahaan. Setiap permintaan penarikan dana juga melalui rangkaian verifikasi, termasuk pemeriksaan anti pencucian uang, sebelum diteruskan ke jaringan blockchain.

Sumber: FLOQ.

Related posts

Leave a Reply