
Harga emas (XAUUSD) diproyeksikan memasuki fase koreksi teknikal pada pekan depan, meskipun sentimen fundamental masih relatif positif. Menurut analisis Dupoin Futures, hal ini terjadi setelah harga emas mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir sehingga membuka ruang bagi aksi ambil untung dari sebagian investor.
Dari sisi fundamental, data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat periode Juli yang tidak mengalami kenaikan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai meredanya tekanan inflasi di tingkat produsen tersebut menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sekaligus membatasi penguatan dolar AS.
Sinyal Teknikal Mulai Melemah
Meski fondasi fundamental masih kuat, pergerakan harga pada grafik harian mulai menunjukkan tanda pelemahan. Terbentuknya swing high baru mengindikasikan momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga, sementara pola secondary trend yang mengarah turun mengonfirmasi adanya fase koreksi di tengah tren naik sebelumnya. Indikator Stochastic yang bergerak menuju area oversold turut memperkuat sinyal tekanan jual jangka pendek.
Dupoin Futures menyebut area 4.220 sebagai level support sekaligus demand zone penting yang berpotensi menjadi titik kembalinya minat beli apabila tekanan jual mereda. Meski demikian, kondisi ini belum dianggap sebagai perubahan tren utama menjadi bearish, melainkan proses konsolidasi yang wajar setelah reli panjang.
Pekan depan, perhatian pelaku pasar diperkirakan tetap tertuju pada data inflasi, ketenagakerjaan, serta pernyataan pejabat The Fed yang dapat memengaruhi arah dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Dinamika geopolitik global juga tetap menjadi variabel penting: eskalasi ketidakpastian dapat kembali mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven, sementara sentimen risiko yang membaik berpotensi menambah tekanan jual jangka pendek.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





