Quarter Life Crisis: Cara Menyusun Tujuan Keuangan

Quarter Life Crisis: Cara Menyusun Tujuan Keuangan
Ilustrasi (AI)

Memasuki usia 20-an hingga awal 30-an biasanya diwarnai banyak keputusan besar, mulai dari membangun karier, pindah tempat tinggal, menikah, hingga memikirkan masa depan. Fase yang kerap disebut quarter life crisis ini membuat kondisi keuangan perlu mendapat perhatian lebih, karena memiliki penghasilan saja tidak cukup tanpa arah pengelolaan yang jelas.

Kenali Dulu Kondisi Keuangan

Sebelum menetapkan target, penting untuk memetakan penghasilan, pengeluaran rutin, cicilan, serta jumlah dana yang berhasil disisihkan tiap bulan. Dari situ, seseorang bisa menentukan alokasi tabungan yang realistis tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari, sekaligus memisahkan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Bacaan Lainnya

Pentingnya Dana Darurat

Materi literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan, yang idealnya disimpan di instrumen likuid. Sebagai gambaran, jika pengeluaran bulanan sekitar Rp4 juta, maka target dana darurat berkisar Rp12 juta hingga Rp24 juta. Dana ini tidak harus terkumpul sekaligus, melainkan bisa dicicil sesuai kemampuan.

Membangun Kebiasaan Menabung dan Evaluasi Berkala

Menyisihkan sebagian penghasilan segera setelah menerima gaji menjadi salah satu cara membentuk kebiasaan menabung yang konsisten. Karena rencana hidup di usia 20-an cenderung berubah, tujuan keuangan yang dibuat pun perlu dievaluasi secara berkala mengikuti perubahan penghasilan, kebutuhan, atau prioritas baru.

Bagi yang mencari rekening untuk menampung dana darurat atau kebutuhan jangka pendek, PT Bank Neo Commerce Tbk menawarkan Tabungan NOW dari aplikasi neobank, dengan bunga harian sesuai ketentuan, tanpa syarat setoran awal, dan tanpa biaya administrasi bulanan selama rekening aktif. Bank Neo Commerce berizin dan diawasi OJK serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan LPS.

Catatan Redaksi. Instrumen likuid berarti dana disimpan dalam bentuk yang mudah dicairkan sewaktu-waktu tanpa kehilangan nilai, seperti tabungan biasa, berbeda dari deposito atau investasi yang butuh waktu pencairan atau berisiko turun nilainya saat dijual mendadak. Adapun penjaminan LPS berarti dana nasabah di bank tersebut dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan hingga batas tertentu jika bank mengalami masalah, sebuah mekanisme standar yang berlaku di semua bank berizin OJK. Artikel ini bersumber dari siaran pers PT Bank Neo Commerce Tbk, penyedia produk Tabungan NOW yang disebutkan di dalamnya.

Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan