
Kebersihan kandang kucing kerap luput dari perhatian pemilik hewan peliharaan, padahal area ini sangat menentukan kenyamanan dan kesehatan kucing. Kandang yang jarang dibersihkan dapat memicu stres pada kucing serta menjadi sarang bakteri, parasit, dan jamur yang berisiko menyebabkan infeksi saluran kemih maupun penyakit kulit.
Rutinitas Dasar yang Wajib Dilakukan
Langkah pertama yang paling penting adalah menyerok kotoran padat dan gumpalan urine setiap hari agar gas amonia tidak menumpuk dan mencemari udara rumah. Selain itu, seluruh bagian kandang perlu dikosongkan dan dicuci menggunakan sabun atau cairan pembersih berbahan enzim minimal seminggu sekali, lalu dikeringkan sepenuhnya di bawah sinar matahari untuk membunuh kuman yang tersisa.
Penggantian pasir secara berkala juga tidak kalah penting. Sebersih apa pun wadah dicuci, bau tak sedap akan tetap muncul jika pasir di dalamnya tidak diganti sesuai rekomendasi jenisnya. Kucing sendiri termasuk hewan yang sangat mengutamakan kebersihan diri, sehingga kandang yang kotor bisa membuat mereka enggan menggunakannya kembali.
Sistem Toilet yang Membantu Kontrol Bau
Untuk mengatasi masalah bau secara lebih praktis, Unicharm Indonesia menawarkan sistem Deo-toilet yang dilengkapi dua lapis penyaringan bau serta pasir zeolite yang diklaim tahan hingga satu bulan dan cepat kering. Produk ini juga menggunakan underpad penyerap urine dengan permukaan putih, sehingga pemilik kucing dapat memantau kondisi kesehatan hewan peliharaannya lewat perubahan warna urine.
Dengan kombinasi rutinitas pembersihan harian dan mingguan yang konsisten, pemilik kucing dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih segar sekaligus menjaga anabul tetap sehat dan nyaman di kandangnya.
Sumber: Unicharm Pet Indonesia.



