
Kebocoran gas di fasilitas industri sering kali tidak terdeteksi hingga menimbulkan risiko keselamatan maupun emisi yang lolos ke udara. Untuk mengatasi celah ini, teknologi drone kini ditawarkan sebagai cara memindai fasilitas migas, petrokimia, dan LNG dari jarak aman tanpa menempatkan petugas di dekat sumber kebocoran.
Tiga Pilihan Sesuai Kebutuhan
Di Indonesia, solusi bermerek AIRINS ini dipasarkan oleh Halo Robotics dengan tiga konfigurasi utama. Pertama, kombinasi drone dock otomatis dengan sensor multi-gas yang mampu mengenali hingga sembilan jenis gas sekaligus, termasuk metana, hidrogen sulfida, karbon dioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan senyawa organik volatil (VOCs), serta beroperasi otomatis sepanjang waktu dari dock tanpa operator di lokasi.
Kedua, konfigurasi serupa namun berfokus khusus pada deteksi metana dengan sensor bersensitivitas hingga 1 part per million (ppm), juga berjalan otomatis dari dock. Ketiga, drone untuk misi manual atau terjadwal yang dilengkapi sensor metana berjangkauan hingga 200 meter, mampu menghasilkan peta metana tiga dimensi yang tergeoreferensi untuk membantu melokalisasi titik kebocoran secara presisi.
Menurut Halo Robotics, pemilihan solusi yang tepat bergantung pada jenis gas yang ingin dipantau, kebutuhan operasional apakah otomatis 24 jam atau misi terjadwal, serta tujuan penggunaan—memetakan area luas atau mencari titik hotspot secara spesifik. Ketiga solusi ini dirancang mendukung program deteksi dan perbaikan kebocoran (leak detection and repair/LDAR) serta pelaporan emisi sesuai standar internasional seperti OGMP 2.0.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers Halo Robotics, penyedia solusi drone AIRINS yang dibahas di dalamnya. LDAR (leak detection and repair) adalah praktik rutin di industri migas untuk memindai dan menambal kebocoran gas secara berkala, sementara OGMP 2.0 adalah kerangka pelaporan emisi metana internasional yang menuntut pengukuran berbasis data lapangan, bukan sekadar estimasi, sehingga akurasi sensor dan cakupan pemantauan menjadi penting bagi perusahaan yang ingin memenuhi standar tersebut.
Sumber: Halo Robotics.





