
Widya Robotics, perusahaan teknologi asal Yogyakarta yang mengembangkan solusi berbasis LiDAR dan kecerdasan buatan, mengumumkan bahwa sedikitnya 96 unit Widya Load Scanner kini beroperasi di 19 provinsi dan kota di seluruh Indonesia. Sebarannya membentang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Merauke di ujung timur Papua.
Widya Load Scanner merupakan sistem pengukuran volume muatan truk dan dump truck berbasis LiDAR yang banyak dipakai di sektor tambang dan konstruksi. Cara kerjanya dengan memindai permukaan material saat truk masih bermuatan, lalu memindai ulang bak truk setelah kosong. Selisih dari dua hasil pindaian itu menghasilkan volume aktual muatan yang diangkut, tanpa proses manual yang rawan kesalahan maupun manipulasi.
Sebaran Terbanyak di Jawa Barat
Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah unit terbanyak, yaitu 14 unit, disusul Sumatera Selatan dengan 12 unit, serta Jambi dan Banten yang masing-masing memiliki 10 unit. Di Kalimantan, Kalimantan Timur mencatat 9 unit dan Kalimantan Tengah 4 unit, sementara di kawasan timur Indonesia alat ini telah menjangkau Merauke dengan 2 unit yang aktif digunakan.
Tingkat akurasi Widya Load Scanner yang mencapai hingga 98 persen telah diverifikasi oleh PT Sucofindo, lembaga inspeksi dan sertifikasi milik negara. Sertifikasi independen ini membuat data volume muatan yang dihasilkan bukan lagi sekadar klaim teknis dari produsen, melainkan angka yang sudah teruji dan bisa dipertanggungjawabkan secara bisnis maupun hukum.
CEO Widya Robotics, Alwy Herfian, mengatakan perluasan teknologi ini mencerminkan kebutuhan industri ekstraktif dan konstruksi Indonesia terhadap sistem pengawasan yang transparan. “Selama ini, banyak perusahaan tambang dan konstruksi masih mengandalkan penaksiran manual untuk menghitung volume muatan, dan itu membuka celah kesalahan sekaligus potensi kecurangan. Dengan Load Scanner, semua pihak punya angka yang sama dan bisa dipercaya karena hasilnya sudah lewat sertifikasi independen,” ujarnya.
Widya Load Scanner tersedia dalam dua versi, yakni versi portable yang mudah dipindahkan untuk proyek jangka pendek seperti pembangunan jalan, dan versi static yang dipasang permanen di lokasi tetap seperti tambang atau batching plant. Setiap proses pemindaian hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit sehingga tidak mengganggu ritme operasional truk di lapangan. Alat ini sejauh ini banyak diadopsi oleh perusahaan konstruksi dan BUMN karya yang menangani proyek berskala besar dengan ratusan hingga ribuan rit truk per hari.
Catatan Redaksi. LiDAR bekerja dengan menembakkan pulsa laser ke permukaan objek dan mengukur waktu pantulnya untuk memetakan bentuk tiga dimensi secara presisi, sehingga selisih dua pemindaian bak truk bisa menghasilkan angka volume tanpa perlu menaksir manual. Sertifikasi dari Sucofindo, lembaga inspeksi milik negara yang biasa menguji mutu dan kuantitas komoditas ekspor-impor, berfungsi sebagai pihak ketiga independen yang memverifikasi klaim akurasi alat, sehingga angkanya bisa dijadikan rujukan bersama antara perusahaan dan mitra bisnisnya.
Sumber: Widya Robotics.





