
Trio musik asal Malang, Rumi, resmi memperkenalkan identitas barunya lewat maxi single perdana bertajuk “Rumi” yang dirilis di berbagai platform streaming digital mulai 4 September 2026. Rumi beranggotakan Agnesia Puji Karisma Putri (Agnes), Pramatatya Marta Mahendra (Tata), dan Mohamad Isra’ Ardiansyah (Bom Bom).
Sebelumnya, ketiganya tergabung dalam kuartet bernama Angkasara yang telah aktif sejak 2018. Pada Januari 2026, mereka memutuskan melakukan rebranding total setelah mengeksplorasi ulang arah musik dan konsep bermusik yang ingin dibangun. Sebagai perkenalan awal, Rumi sempat merilis demo berjudul “hi! Rumiko” di Bandcamp pada Maret 2026 sebelum akhirnya menghadirkan rilisan resmi.
Perpaduan City Pop dan Musik Kreatif Lokal
Rumi mengusung karakter pop kreatif yang memadukan pengaruh city pop Jepang dengan warna musik kreatif khas Indonesia, ditambah sentuhan R&B, soul, jazz, funk, dan disco. Perbedaan latar belakang musikal masing-masing personel turut membentuk warna khas grup ini. Salah satu lagu dalam maxi single tersebut, “Irama Lantai Dansa”, menghadirkan nuansa salsa dengan lirik yang santai dan mudah dicerna.
Proses produksi maxi single ini berjalan beriringan dengan penggarapan album penuh perdana Rumi. Perjalanan kreatif dimulai dari sebuah workshop pada Januari 2026 yang menghasilkan sembilan lagu, delapan di antaranya kemudian dipilih untuk masuk ke dalam album. Rekaman instrumen dan vokal dilakukan di Paraduta Record pada Februari hingga April 2026, lalu dilanjutkan dengan proses editing, mixing, dan mastering di RA2 Studio hingga Agustus 2026, melibatkan produser Decky Anugrah Pratama Putra bersama KVLTURA LAB.
Setelah perilisan maxi single ini, Rumi berencana melanjutkan sejumlah agenda menuju perilisan album perdana, termasuk tur, produksi merchandise, live session, hingga showcase album untuk memperkenalkan identitas baru mereka kepada publik secara lebih luas.
Catatan Redaksi. City pop adalah genre musik populer Jepang era akhir 1970-1980an, dikenal lewat aransemen mengkilap yang memadukan funk, jazz, dan soul dengan nuansa perkotaan, dan belakangan kembali populer di kalangan musisi indie Asia. Maxi single sendiri adalah format rilisan berisi beberapa lagu, biasanya tiga sampai lima track, jumlahnya lebih banyak dari single biasa tapi belum sepadat album penuh, sehingga sering dipakai musisi untuk memperkenalkan arah musik baru sebelum album utuh dirilis.
Sumber: Rumi.





