
Penyanyi remaja asal Indonesia, Amagra, memperkenalkan album debutnya yang berjudul Butterflies. Album ini menjadi kelanjutan perjalanan musikal Amagra bersama label rekaman Ninenote Music, dengan pendekatan yang mengutamakan karakter vokal, cerita personal, dan emosi ketimbang sekadar mengikuti tren musik yang berkembang di kalangan Gen Z.
Konsep Kupu-Kupu dan Badai Perasaan
Judul Butterflies dipilih sebagai simbol sesuatu yang tampak kecil dan lembut namun menyimpan kekuatan besar, sejalan dengan konsep “Badai Perasaan” yang menjadi dasar emosional album. Tema ini diterjemahkan ke dalam visual album, mulai dari nuansa gelap yang menggambarkan gejolak emosi hingga suasana yang lebih hangat sebagai simbol harapan dan penerimaan diri.
Kolaborasi dengan Aminoto Kosin dan Irvnat
Dalam proses produksi, Amagra kembali bekerja sama dengan Aminoto Kosin dan Irvnat, dua sosok yang mendampinginya sejak awal karier. Tim produksi The Kennel turut dilibatkan setelah tertarik dengan karya-karya Amagra sebelumnya, sementara sejumlah musisi internasional juga berkontribusi memberi warna baru pada album ini.
Album Butterflies memuat tujuh lagu, yaitu Butterflies, Masih Rindu, Big Girls Don’t Cry, Bilang Saja, Jalan Buntu, Ribbons in the Sky, dan Sing. Lagu-lagu tersebut mengangkat tema cinta dan berbagai emosi universal, mulai dari rasa suka, rindu, kehilangan, hingga proses menerima keadaan, yang diharapkan dapat relate dengan pendengar lintas generasi.
Perjalanan Karier Amagra
Sejak debut profesionalnya, karya Amagra telah meraih lebih dari 800 ribu streams di Spotify serta 226 juta views dari sekitar 20 ribu unggahan yang menggunakan lagunya di media sosial. Ia juga tercatat pernah berkolaborasi dengan musisi internasional dan tampil dalam proyek bersama orkestra. Melalui Butterflies, Ninenote Music dan Amagra berharap dapat terus menghadirkan karya yang mengutamakan kualitas dan karakter yang bertahan lebih lama dari tren sesaat.
Sumber: Ninenote Music dan Amagra Production.





