PTPN III Tanam 1.000 Pohon di Gunung Mas, Kejar Target 1 Juta Pohon

PTPN III Tanam 1.000 Pohon di Gunung Mas, Kejar Target 1 Juta Pohon
Ilustrasi (AI)

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menggelar penanaman 1.000 pohon di kawasan Gunung Mas, Jawa Barat, yang merupakan wilayah kerja PTPN I Regional 2. Kegiatan bertema “Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan” ini menjadi penutup rangkaian Rapat Kerja Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN Group Tahun 2026 di Agrowisata Bogor, 6 November 2026.

Corporate Secretary PTPN III (Persero) Bambang Hartawan mengatakan, aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam operasional perkebunan karena tanggung jawab sosial perusahaan tidak bisa dipisahkan dari alam dan masyarakat sekitar. Ia menyebut penanaman pohon merupakan salah satu wujud komitmen tersebut.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Target 1 Juta Pohon

Bambang menjelaskan, Holding Perkebunan Nusantara menargetkan penanaman 1 juta pohon secara berkelanjutan di seluruh wilayah kerja PTPN Group se-Indonesia. Seluruh sub-holding dan anak perusahaan dilibatkan untuk menjalankan gerakan serupa dengan jenis pohon yang beragam, mulai dari pohon buah hingga pohon berbatang keras yang mampu menyerap karbon sekaligus menjadi habitat satwa.

Perusahaan menegaskan bahwa agenda penghijauan ini bukan kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari pengelolaan lingkungan jangka panjang yang memperhatikan kesesuaian jenis tanaman, pemeliharaan, serta pemantauan pertumbuhan pohon secara berkala.

Penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari pilar lingkungan dalam Roadmap TJSL PTPN Group 2026-2030, sekaligus penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 51 persen pada 2030, sesuai peta jalan dekarbonisasi yang telah ditetapkan perusahaan.

Catatan Redaksi. Target penurunan emisi 51 persen pada 2030 yang disebut perusahaan sejalan dengan komitmen nasional Indonesia dalam Enhanced NDC (Nationally Determined Contribution) di bawah Perjanjian Paris. Pohon berbatang keras dipilih karena berperan sebagai carbon sink, menyerap dan menyimpan karbon dalam jangka panjang di batang dan akarnya, berbeda dari tanaman musiman yang siklus hidupnya singkat. Prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) sendiri menjadi standar umum untuk menilai kinerja perusahaan di luar aspek finansial, termasuk dampaknya pada lingkungan.

Sumber: PTPN III (Persero).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan