
Harga sejumlah aset kripto utama kembali terkoreksi menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada pertengahan September 2026. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan turun 5,00% secara mingguan. Ethereum tercatat di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam sehari dan 2,16% dalam sepekan.
Sentimen Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan
Pelaku pasar tengah mencermati langkah The Fed yang dijadwalkan menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026. Ekspektasi pasar sempat bergeser setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus, angka yang dinilai relatif kuat dan turut memengaruhi imbal hasil US Treasury serta pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.
Baca juga:
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini mencerminkan pasar yang masih dinamis. Menurutnya, kenaikan harga secara mingguan pada periode sebelumnya tidak lantas menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek, sehingga investor perlu mencermati berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.
Investor Diminta Waspadai Volatilitas
Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengingatkan bahwa pergerakan harga kripto dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, geopolitik, hingga sentimen pasar secara umum. Karena itu, fluktuasi harga jangka pendek perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.
Ryan menambahkan bahwa investor sebaiknya mempertimbangkan tujuan investasi, toleransi risiko, dan kondisi pasar terkini sebelum mengambil keputusan. Ia menekankan pentingnya pertimbangan menyeluruh mengingat karakteristik volatilitas yang melekat pada aset kripto.
Sumber: Bittime.





