
Nusa Tenggara Timur, 28 April 2026 — BSI Maslahat bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk meresmikan Program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI) berupa Kampung Nelayan BSI Warloka di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peresmian dilakukan pada Rabu, 22 April 2026. Program ini menjadi langkah nyata pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis zakat untuk memperkuat ekonomi dan mendorong kemandirian nelayan.
Program ini hadir membawa ikhtiar yang lebih dari sekadar bantuan sesaat. Melalui pengelolaan dana zakat yang amanah, BSI Maslahat mendorong lahirnya program pemberdayaan yang berangkat dari keyakinan bahwa desa memiliki potensi besar untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya melalui pelatihan, pembinan, dan pendampingan yang tepat.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa sebagai lembaga keuangan, BSI memiliki misi agar kehadirannya dirasakan secara inklusif semua kalangan masyarakat.
“Kami ingin berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya di pusat kota tapi juga dari desa”.
Apalagi program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui program Asta Cita Pemerintah yang menekankan pembangunan dari desa dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Pemerintah sendiri telah mencanangkan untuk membangun 1.000 kampung nelayan hingga 2026. Sebagai bagian dari bank pemerintah, BSI bangga bisa berkontribusi bagi pembangunan ekonomi desa.
Desa Warloka Pesisir sendiri dikenal sebagai kampung nelayan dengan potensi yang menjanjikan, terlebih lokasinya yang strategis, hanya sekitar 45 menit dari destinasi wisata Labuan Bajo. Seiring pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, termasuk dermaga dan pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, terbuka peluang besar bagi masyarakat untuk naik kelas. Tidak hanya sebagai nelayan, tetapi juga pelaku ekonomi yang lebih berdaya dan sejahtera.
Melalui program Kampung Nelayan BSI Warloka, BSI Maslahat menghadirkan pendekatan yang menyeluruh. Dana zakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk sarana seperti perahu, gudang, dan cold storage, tetapi juga diiringi dengan pendampingan usaha, pelatihan keterampilan, hingga penguatan kelembagaan koperasi. Harapannya, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan harian, tidak perlu menyewa kapal, serta dapat mulai membangun usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Dalam program ini, BSI Maslahat menghadirkan dukungan nyata bagi para nelayan melalui penyaluran 19 unit kapal dengan berbagai kapasitas. Mulai dari kapasitas 5 – 6 GT untuk kapal penyamba, kapasitas 3 – 4 GT untuk kapal pukat hingga perahu mancing, serta satu kapal bagan. Bantuan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nelayan agar dapat melaut dengan lebih mandiri dan produktif.
Tak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, BSI Maslahat juga menanamkan nilai keberlanjutan dalam setiap langkahnya. Berbagai fasilitas pendukung seperti kapal telah dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. Upaya ini menjadi wujud komitmen untuk menjaga keseimbangan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Bagi warga Warloka, kehadiran program ini membawa makna yang lebih dalam dari sekadar bantuan materi. Ia menjadi titik awal perubahan, membuka harapan baru bagi keluarga nelayan untuk memiliki penghasilan yang lebih stabil, akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak, serta masa depan desa yang lebih cerah.
Sahrul Gunawan, selaku anggota kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri mengungkapkan “dulu untuk menangkap ikan saya masih ikut nebeng di kapal nelayan lain, karena saya belum mampu untuk menyewa apalagi membeli perahu sendiri. Setelah kehadiran program kampung nelayan BSI Warloka, saya merasa sangat terbantu. Penghasilan saya meningkat walaupun belum banyak, tapi setidaknya saya tidak perlu nebeng lagi ke kapal nelayan lain” ungkap Sahrul.
Program ini merupakan bagian dari pengembangan Desa BSI, yang terus diperluas manfaatnya ke berbagai wilayah. Hingga kini, puluhan desa telah dibina dengan ribuan penerima manfaat yang merasakan langsung dampak dari optimalisasi dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat. Ke depan, BSI Maslahat menargetkan Kampung Nelayan Warloka dapat tumbuh menjadi desa yang mandiri dan produktif dalam beberapa tahun mendatang. Sebuah harapan sederhana penuh makna agar masyarakat pesisir dapat menjalani hidup yang lebih pasti, serta dapat bertransformasi dari mustahik (penerima manfaat) menjadi muzakki (pemberi manfaat) di masa mendatang.








