SUCOFINDO Dorong Tata Kelola Berkelanjutan Tambang Batu Bara

SUCOFINDO Dorong Tata Kelola Berkelanjutan Tambang Batu Bara
Ilustrasi (AI)

PT SUCOFINDO (Persero) kembali menegaskan komitmennya mendorong praktik pertambangan berkelanjutan di sektor batu bara melalui layanan Testing, Inspection, Certification (TIC). Komitmen ini disampaikan dalam Roadshow Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA) Kalimantan Selatan 2026 yang digelar di Banjarmasin.

Dalam forum tersebut, SUCOFINDO memaparkan bagaimana layanan TIC dapat mendukung implementasi Environmental, Social and Governance (ESG), memperkuat tata kelola pertambangan, sekaligus mendongkrak daya saing ekspor batu bara Indonesia di pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Peran Verifikator Kualitas dan Lingkungan

Kepala SUCOFINDO Cabang Banjarmasin, Roni Gustiwa, menjelaskan bahwa perusahaan berperan sebagai verifikator independen untuk kualitas dan kuantitas batu bara pada kegiatan pengapalan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Selain layanan di tahap hilir, SUCOFINDO juga menjalankan aktivitas midstream seperti quality control dari pit hingga pelabuhan, monitoring lingkungan, survei flora dan fauna, hingga jasa reklamasi pascatambang.

Menurut Roni, proses verifikasi bukan sekadar menerbitkan laporan atau sertifikat, melainkan bentuk tanggung jawab profesional untuk membangun kepercayaan pasar, memastikan kepastian transaksi, dan menjaga reputasi batu bara Indonesia secara global. SUCOFINDO juga mendukung agenda dekarbonisasi nasional lewat layanan verifikasi dan validasi emisi gas rumah kaca, ditopang laboratorium yang telah terakreditasi KAN.

Sementara itu, Komite Marketing Domestik APBI-ICMA, Nattasya, menekankan bahwa verifikasi merupakan elemen penting dalam tata kelola perdagangan batu bara yang baik, termasuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kewajiban pembayaran royalti kepada negara.

Catatan Redaksi. TIC atau Testing, Inspection, Certification adalah rangkaian jasa pihak ketiga independen untuk memastikan mutu, kuantitas, dan kepatuhan suatu produk terhadap standar, umum dipakai dalam perdagangan komoditas seperti batu bara agar penjual dan pembeli punya acuan angka yang sama. Verifikasi dan validasi emisi gas rumah kaca sendiri adalah proses pengecekan independen atas klaim jumlah emisi suatu kegiatan usaha, yang biasa dipakai sebagai dasar pelaporan ESG maupun perhitungan jejak karbon perusahaan.

Sumber: PT SUCOFINDO (Persero) via VRITIMES.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan