PTPN I Luncurkan Buku ‘Pangan dalam Pertahanan Negara’

PTPN I Luncurkan Buku 'Pangan dalam Pertahanan Negara'
Ilustrasi (AI)

PTPN I (Persero), anak usaha PTPN III (Persero), menggelar acara syukuran dan doa bersama atas capaian swasembada pangan Indonesia sekaligus peluncuran buku karya Direktur Utama Abdul Rivai Ras berjudul Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara. Acara berlangsung di Jakarta dan dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Dalam forum tersebut, Abdul Rivai Ras memaparkan lima aspek fundamental yang menjadikan bisnis PTPN I berkaitan erat dengan kedaulatan negara: ketersediaan pangan, penyerapan tenaga kerja yang besar karena sifat bisnis padat karya, pemerataan pembangunan lewat lokasi kebun yang tersebar di pelosok, serta perannya sebagai pusat inkubasi usaha dan transfer teknologi pertanian kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Data Swasembada Pangan 2025

Mengutip data pemerintah, Rivai menyebut produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, naik 13,36 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi tercatat 71,95 juta ton Gabah Kering Panen dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak mengimpor beras konsumsi sepanjang 2025. Cadangan beras pemerintah pun disebut berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia. Selain beras, Indonesia juga mencatat swasembada pada tujuh komoditas lain yakni jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Rivai menegaskan capaian ini menjadi fondasi untuk membangun sistem pangan nasional yang lebih tangguh, termasuk mendukung kebutuhan bahan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut PTPN I berkomitmen memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta menjalin kemitraan dengan petani agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar.

Selain diskusi dan peluncuran buku, acara turut diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, santunan bagi anak yatim, serta tausiah dari Ustaz Das’ad Latif.

Catatan Redaksi. Gabah Kering Panen (GKG) adalah satuan hasil panen padi yang belum digiling menjadi beras, sehingga angkanya selalu lebih besar dari produksi beras karena masih menyusut lewat proses pengeringan dan penggilingan. Status swasembada sendiri umumnya diukur dari kemampuan produksi dalam negeri memenuhi kebutuhan konsumsi tanpa impor untuk komoditas terkait, bukan berarti tidak ada perdagangan komoditas itu sama sekali untuk keperluan lain seperti industri.

Sumber: PTPN I (Persero).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan