
Pergerakan harga emas (XAUUSD) pada perdagangan Selasa (18/8) diperkirakan masih menghadapi volatilitas tinggi. Sejumlah faktor fundamental seperti pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, serta meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik memberi dukungan bagi emas. Namun dari sisi teknikal, analis melihat adanya potensi koreksi jangka pendek.
Sinyal False Break di Resistance 4.417
Berdasarkan analisis pada time frame H4, harga emas sempat menguji resistance di level 4.417 namun gagal menembusnya secara valid dan kembali turun ke bawah level tersebut. Kondisi ini dikenal sebagai false break, yang menjadi indikasi awal melemahnya kekuatan pembeli di area harga tinggi. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai apabila tekanan jual berlanjut, harga berpeluang terkoreksi menuju support di level 4.348.
Dolar Melemah dan Ekspektasi Suku Bunga
Di sisi lain, kondisi fundamental tetap memberi katalis positif bagi emas. Pelemahan dolar AS membuat emas relatif lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain sehingga berpotensi mendorong permintaan. Data ekonomi AS yang melemah juga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ketegangan Geopolitik AS-Iran
Ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi global, turut mendorong minat investor terhadap aset safe haven. Risiko terhadap pasokan minyak akibat gangguan di jalur tersebut berpotensi memperkuat permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai emas masih memiliki fondasi fundamental yang kuat, tetapi peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka selama harga gagal bertahan di atas 4.417. Reaksi pasar di sekitar level support 4.348 akan menjadi penentu apakah tren bullish berlanjut atau koreksi berlanjut lebih dalam.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





