
Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-37 dengan menghadirkan dua fitur baru pada Aplikasi Raya, yaitu Raya Active dan Raya Jejak Hijau. Peluncuran ini mengusung tema “Terus Berinovasi, Tumbuh Tangguh Berkelanjutan” sebagai bentuk komitmen perusahaan menghadirkan layanan digital yang relevan dengan gaya hidup nasabah.
Raya Active, yang sebelumnya sudah diperkenalkan pada semester pertama 2026, dirancang untuk menghubungkan aktivitas fisik seperti jumlah langkah, jarak tempuh, dan kalori yang terbakar dengan target finansial nasabah. Nasabah dapat menetapkan target aktivitas sekaligus nominal tabungan, lalu menghubungkannya lewat mekanisme menabung di Aplikasi Raya. Fitur ini terintegrasi dengan Health Connect di perangkat Android dan Apple Health di perangkat iOS, sehingga data aktivitas fisik tercatat secara otomatis.
Baca juga:
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan Raya Active merupakan upaya menghadirkan pengalaman perbankan digital yang tidak hanya berfokus pada transaksi keuangan, tetapi juga mendukung kebiasaan hidup sehat dan disiplin finansial nasabah.
Fitur Raya Jejak Hijau untuk Pantau Emisi Karbon
Selain Raya Active, Bank Raya turut meluncurkan Raya Jejak Hijau, fitur yang menghitung estimasi emisi karbon (CO2e) yang berhasil dihemat dari setiap transaksi digital nasabah. Fitur ini dikembangkan bersama Jejakin melalui solusi CarbonIQ, sejalan dengan komitmen Bank Raya memperkuat pilar ESG dan meningkatkan kesadaran nasabah terhadap dampak lingkungan dari aktivitas transaksi sehari-hari.
Menurut Bagus, perjalanan 37 tahun menjadi momentum bagi Bank Raya untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang berubah. Ia berharap kedua fitur baru ini dapat menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Catatan Redaksi. Health Connect dan Apple Health adalah layanan bawaan Android dan iOS yang mengumpulkan data sensor gerak dari ponsel atau perangkat wearable, sehingga aplikasi pihak ketiga bisa membaca langkah dan kalori tanpa alat pelacak terpisah. Adapun CO2e (karbon dioksida ekuivalen) adalah satuan standar untuk menyetarakan berbagai jenis gas rumah kaca ke dalam satu angka, umum dipakai dalam pelaporan ESG (Environmental, Social, Governance) sebagai indikator dampak lingkungan dari suatu aktivitas, termasuk transaksi digital yang menggantikan penggunaan kertas atau perjalanan fisik ke bank.
Sumber: PT Bank Raya Indonesia Tbk.





