
Waringin Megah General Contractor, perusahaan konstruksi yang telah beroperasi lebih dari 39 tahun di Indonesia, meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu. Pencapaian ini menambah rekam jejak perusahaan yang telah merampungkan ratusan proyek, mulai dari hotel, apartemen, dan resort, pabrik serta warehouse, ruko, institusi pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga kawasan hunian di berbagai kota.
Sertifikasi tersebut dinilai sebagai bukti konsistensi perusahaan dalam mengelola proyek sesuai standar internasional, sejalan dengan filosofi “Built to Perfection” yang mereka usung. Direktur Waringin Megah General Contractor, Hermash Budi, menyebut keselamatan kerja sebagai fondasi utama kualitas bangunan.
Keselamatan Kerja Jadi Prioritas
Menurut Hermash, keberhasilan sebuah proyek konstruksi tidak hanya diukur dari ketepatan waktu penyelesaian, tetapi juga dari cara proyek tersebut dijalankan secara aman dan terkendali. Setiap proyek diawali dengan penyusunan metode kerja, identifikasi potensi bahaya, analisis risiko, hingga penjadwalan yang mempertimbangkan kondisi lapangan sebagai pendekatan pencegahan sejak dini.
Seluruh aktivitas proyek mengacu pada regulasi K3 nasional dan standar ISO 45001:2018. Kepala K3 perusahaan, Joko Mariyanto, menjelaskan bahwa budaya keselamatan dibangun lewat rutinitas harian seperti Safety Talk setiap pagi dan Toolbox Meeting untuk membahas potensi bahaya di lapangan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab keselamatan bukan hanya milik tim K3, melainkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek.
Konsistensi tersebut turut membangun kepercayaan klien jangka panjang, salah satunya dari Avian Group yang telah mempercayakan lebih dari 12 proyek pembangunan pabrik, gudang, hingga gedung kantor di berbagai wilayah Indonesia kepada Waringin Megah, dengan kerja sama yang terus berlanjut ke sejumlah fasilitas produksi baru di Pulau Jawa dan Sumatera.
Sumber: Waringin Megah General Contractor.





