Jasa Marga Perkuat 3 Pilar Layanan Tol, Danantara Turun Tangan

Jasa Marga Perkuat 3 Pilar Layanan Tol, Danantara Turun Tangan
Ilustrasi (AI)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan utama, yaitu preservasi jalan, rest area, dan informasi lalu lintas, sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada pengguna jalan tol. Langkah ini menjadi sorotan dalam kunjungan Senior Director Transportation Sector PT Danantara Asset Management (DAM), Wamildan Tsani Panjaitan, ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (26/8/2026).

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan penguatan tiga pilar tersebut sejalan dengan arahan Danantara Indonesia agar BUMN meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Ia menyebut perusahaan tengah mendorong pergeseran orientasi dari sekadar membangun infrastruktur menuju budaya pelayanan, yang disebutnya sebagai transformasi dari infrastructure ke infraculture.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Preservasi, Rest Area, dan Informasi Jalan Tol

Pada sisi preservasi, Jasa Marga mengandalkan sistem TROOPS dan perangkat Hawkeye untuk mendeteksi lebih dini kondisi infrastruktur jalan. Penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga menjadi perhatian khusus, mengingat truk hanya menyumbang 13% dari total lalu lintas namun terlibat dalam sekitar 70% kejadian khusus di jalan tol. Untuk itu, Jasa Marga mengintegrasikan sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader guna mendukung target Zero ODOL 2027.

Di pilar rest area, perusahaan mengembangkan sejumlah kawasan istirahat sebagai destinasi, bukan sekadar tempat transit, lewat penataan fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU, serta penerapan pengelolaan sampah dan area hijau. Sementara pada pilar informasi, JMTC dioptimalkan sebagai pusat data lalu lintas real time yang didukung aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM.

Wamildan menegaskan keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan trafik atau pendapatan tol, melainkan juga dari dampak nyata yang dirasakan pengguna jalan. Ia mengapresiasi kelengkapan fitur Travoy serta pengelolaan rest area Cipularang KM 88A dan KM 88B, namun mendorong perluasan kanal informasi agar lebih inklusif bagi pengguna yang belum memakai aplikasi tersebut.

Jasa Marga mencatat Indeks Kepuasan Pelanggan 2025 mencapai 5,13 dari skala 6, naik 0,09 poin dari tahun sebelumnya, sementara kepuasan terhadap layanan bantuan petugas pada semester I 2026 mencapai 98,85%. Perusahaan saat ini mengoperasikan 32 ruas tol dengan total konsesi 1.294 kilometer.

Catatan Redaksi. Weigh In Motion (WIM) menimbang bobot kendaraan saat masih melaju, tanpa perlu berhenti di jembatan timbang, lalu datanya dipadukan dengan RFID untuk mengenali identitas truk secara otomatis. BLUe sendiri adalah basis data hasil uji kelaikan kendaraan dari Kementerian Perhubungan, sehingga truk yang lolos penimbangan namun belum lulus uji berkala tetap bisa terdeteksi tanpa pemeriksaan manual di lapangan.

Sumber: PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan