
Harddies Cargo mengumumkan penguatan fokus layanan pengiriman cargo pada rute Jakarta-Batam. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan distribusi barang antarpulau, baik dari kalangan perusahaan, pelaku usaha, distributor, maupun pelanggan personal.
Menurut perusahaan, rute Jakarta-Batam termasuk jalur pengiriman yang membutuhkan penanganan dan perencanaan distribusi yang matang. Kebutuhan pengiriman pada rute ini tidak hanya datang dari barang dagangan, tetapi juga perlengkapan usaha, furniture, material proyek, hingga barang bervolume besar lainnya.
Tarif dan Estimasi Pengiriman
Untuk layanan reguler, Harddies Cargo mematok tarif mulai dari Rp3.500 per kilogram dengan minimum pengiriman 100 kilogram. Estimasi waktu pengiriman berkisar 8 hingga 9 hari, meski angka tersebut dapat berubah tergantung karakteristik barang dan kondisi pengiriman. Sebelum mengirim, pelanggan bisa berkonsultasi lebih dulu soal jenis barang, berat, volume, serta kebutuhan penanganan khusus.
Fasilitas Pickup dan Tracking
Perusahaan turut menyediakan layanan pickup atau penjemputan barang untuk area Jabodetabek, sehingga pelanggan tidak perlu mengantar barang secara langsung. Selain itu, tersedia fasilitas tracking agar pelanggan dapat memantau status pengiriman sejak barang disiapkan hingga tiba di tujuan.
Layanan ini ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari distribusi stok dagangan dan material operasional bagi pelaku usaha, hingga pengiriman furniture atau barang pindahan bagi pelanggan personal. Dengan fokus pada rute Jakarta-Batam, Harddies Cargo menyatakan akan terus mengembangkan layanan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan di kedua wilayah tersebut.
Catatan Redaksi. Skema tarif per kilogram dengan minimum berat, seperti minimum 100 kilogram di sini, lazim dipakai jasa cargo darat-laut karena truk atau kontainer punya kapasitas tetap, sehingga pengiriman kecil tetap dihitung setara volume minimum itu. Rute Jakarta-Batam sendiri umumnya melibatkan kombinasi transportasi darat dan laut antarpulau, yang membuat estimasi waktu tempuh lebih panjang dan lebih bergantung pada jadwal kapal dibanding pengiriman dalam satu pulau.
Sumber: Harddies Cargo.





