
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menilai peluang pembiayaan alat berat masih terbuka lebar hingga akhir 2026. Permintaan tak lagi didominasi sektor komoditas semata, melainkan mulai merata ke berbagai sektor produktif yang membutuhkan alat berat untuk operasional maupun ekspansi usaha.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan aktivitas usaha di sejumlah sektor terus mendorong kebutuhan pembiayaan alat berat. Konstruksi, perkebunan, logistik, dan infrastruktur menjadi sektor-sektor yang terus dipantau perusahaan seiring perkembangan investasi dan kegiatan usaha di lapangan.
Baca juga:
- BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Stabil di 2026
- Sambut Tahun Baru dengan Karier Baru, BRI Finance Siapkan 500 Kesempatan Profesional
Tetap Cermati Industri Batu Bara
Meski memperluas basis nasabah ke sektor non-komoditas, BRI Finance tetap mengamati dinamika industri batu bara, termasuk kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari pemerintah. Faktor ini menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam memetakan potensi permintaan sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas portofolio.
Perusahaan menyebut akan menjaga momentum pertumbuhan melalui penyaluran pembiayaan yang selektif, dengan mempertimbangkan perkembangan industri, profil nasabah, hingga kualitas aset, agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.
Optimisme itu tecermin dari kinerja segmen alat berat BRI Finance yang tumbuh 144,68% secara tahunan (year-on-year) hingga 2026, dengan kontribusi mencapai 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





