
Usaha siomay dan batagor milik Atin Kurniawati bermula dari teras depan rumahnya. Bersama sang suami, Atin merintis bisnis kuliner ini dengan modal terbatas, mengandalkan cita rasa yang disukai pelanggan untuk menarik minat masyarakat sekitar.
Seiring waktu, permintaan terhadap dagangan mereka terus meningkat. Namun keinginan untuk menambah kapasitas produksi dan memperluas usaha terhambat oleh keterbatasan modal yang dimiliki keluarga tersebut.
Solusi Lewat KUR BRI
Kebutuhan permodalan itu akhirnya terjawab melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dengan tambahan modal dari KUR, Atin dan suami dapat meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat keberlangsungan usaha kuliner mereka. Proses pengajuan pembiayaan ini turut didampingi oleh Alqarana Maylinda, Mantri BRI Unit Ciracas, dan Andreas Sitepu, Kepala Unit Ciracas di bawah Supervisi Branch Office Kramat Jati, BRI Region 6/Jakarta 1.
Selain akses permodalan, Atin juga merasakan manfaat dari layanan digital BRI dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Melalui BRImo, ia dapat mengelola transaksi dan keuangan usaha dengan lebih praktis, sementara QRIS memudahkan pelanggan melakukan pembayaran nontunai secara cepat.
Kisah Atin menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan pembiayaan yang tepat dapat membantu pelaku UMKM mengatasi keterbatasan modal dan terus naik kelas. BRI menyatakan akan terus memperkuat komitmennya mendampingi pelaku usaha kecil melalui KUR dan berbagai layanan digital perbankan.
Sumber: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.





