Bitcoin Tertekan ke US$75.700, Indeks Kripto Masuk Zona Fear

Bitcoin Tertekan ke US.700, Indeks Kripto Masuk Zona Fear

Pasar aset kripto masih menghadapi tekanan sepanjang pekan pertama November 2026. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$75.700 pada 8 November, masih berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah sempat terkoreksi sekitar 6% pada 5 November ke area US$75.300–US$75.600. Crypto Fear & Greed Index bahkan sempat turun ke level 25 atau kategori Extreme Fear pada 7 November, sebelum sedikit membaik ke level 28 (Fear) sehari setelahnya.

Pemicu dari Koreksi Wall Street

Tekanan di pasar kripto tak lepas dari pelemahan tajam bursa saham Amerika Serikat pada 5 November. Indeks S&P 500 anjlok 4,36% ke 7.353,73, Nasdaq terkoreksi 5,52% ke 24.315, dan Dow Jones melemah 3,44% ke 51.523,06 — salah satu koreksi harian terburuk sejak April 2025. Saham teknologi dan semikonduktor paling terpukul, dengan Nvidia turun 9,3% dan AMD melemah 17,3% di tengah kekhawatiran valuasi perusahaan AI yang terlalu tinggi. Dampaknya merambat ke kripto, dengan Ethereum (ETH) ikut turun 7–8% ke kisaran US$2.240.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin kini semakin sensitif terhadap sentimen pasar keuangan global. “Ketika saham teknologi mengalami koreksi dan investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, tekanan tersebut juga dapat merambat ke aset kripto,” ujarnya.

Likuidasi Tembus US$1 Miliar

Aktivitas trading dengan leverage tinggi memperbesar tekanan di pasar. Data CoinGlass yang dikutip The Block mencatat total likuidasi kripto mencapai sekitar US$1,09 miliar dalam 24 jam pada 5 November, melibatkan sekitar 211.000 trader, dengan mayoritas berasal dari posisi long yang berharap harga naik. Yudho mengingatkan bahwa penggunaan leverage tanpa pengelolaan risiko memadai dapat memperbesar kerugian saat volatilitas meningkat.

ETF dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Di sisi institusional, ETF Bitcoin spot AS masih mencatat arus keluar bersih sekitar US$439,6 juta dalam tiga hari perdagangan awal November, meski sempat mencatat inflow US$74,6 juta pada 4 November. Sementara itu, data tenaga kerja AS yang dirilis 6 November menunjukkan penambahan 165.000 pekerjaan nonpertanian pada Oktober, jauh di atas ekspektasi, sehingga peluang kebijakan ketat The Fed pada Desember meningkat ke sekitar 78%. Pasar kini menanti data inflasi CPI AS Oktober yang akan dirilis 10 November sebagai acuan arah kebijakan moneter selanjutnya.

Secara teknikal, area US$75.300–US$75.600 menjadi level penting bagi Bitcoin. Jika tertembus, level US$73.000 hingga US$68.000 menjadi area berikutnya yang dicermati, sementara Bitcoin perlu kembali bertahan di atas US$80.000 untuk menunjukkan pemulihan momentum. “Investor perlu memperhatikan konfirmasi dari pergerakan harga, arus dana, dan perkembangan makroekonomi sebelum mengambil keputusan,” tutup Yudho.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan