
AMD, IBM, dan Quantum Science Center yang berbasis di Oak Ridge National Laboratory (ORNL) mengumumkan peluncuran platform co-design baru yang mengintegrasikan prosesor kuantum dengan sistem komputasi klasik berkinerja tinggi. Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan komputasi kuantum yang toleran terhadap kesalahan, atau dikenal sebagai fault-tolerant quantum computing.
Pada tahap implementasi pertama, komputer kuantum milik IBM digabungkan dengan sistem Umbra milik ORNL. Sistem tersebut ditenagai oleh GPU AMD Instinct MI355X dan CPU AMD EPYC generasi kelima, yang berfungsi sebagai fondasi komputasi klasik untuk mendukung riset koreksi dan dekode kesalahan kuantum (quantum error correction and decoding).
Bagian dari Misi Besar Departemen Energi AS
Inisiatif gabungan ini disebut mendukung Quantum Genesis Mission yang dicanangkan oleh Departemen Energi Amerika Serikat (DOE). Misi tersebut menargetkan terwujudnya komputer kuantum yang relevan secara ilmiah pada tahun 2028, dengan kombinasi kekuatan pemrosesan kuantum dan klasik menjadi kunci untuk mengatasi tantangan koreksi kesalahan yang selama ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan teknologi ini.
Dengan menyatukan keahlian IBM di bidang prosesor kuantum, infrastruktur komputasi performa tinggi dari AMD, serta kapasitas riset ORNL, ketiga pihak berharap dapat mempercepat jalur menuju komputer kuantum yang benar-benar bermanfaat untuk aplikasi sains dan industri.
Catatan Redaksi. Komputer kuantum sangat rentan terhadap gangguan atau noise, sehingga setiap qubit fisik perlu dikodekan berulang menjadi satu qubit logis yang lebih stabil, sebuah proses bernama koreksi kesalahan kuantum. Proses ini membutuhkan komputasi klasik yang sangat cepat untuk mendeteksi dan memperbaiki error sebelum menumpuk, itulah sebabnya GPU dan CPU AMD dipasangkan langsung dengan prosesor kuantum IBM dalam skema co-design semacam ini.
Sumber: AMD, IBM, dan Quantum Science Center di Oak Ridge National Laboratory (ORNL).





