
Institut Hijau Indonesia merilis siaran pers mengenai Deklarasi Pemuda Indonesia 2026 bertajuk “Suara Pemuda Membaca Realitas Indonesia Hari Ini”. Deklarasi ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada akhir Oktober 2026.
Dalam deklarasi tersebut, sejumlah anak muda dari berbagai daerah menyoroti realitas krisis sosial dan ekologis yang mereka hadapi sehari-hari. Lewat momentum ini, mereka menyerukan lima tuntutan kepada Presiden Republik Indonesia agar persoalan yang dialami generasi muda mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Komitmen Bertemu Lagi di 2028
Selain menyampaikan tuntutan, para pemuda yang terlibat dalam deklarasi ini juga menegaskan komitmen untuk terus membangun ruang solidaritas antar-komunitas muda di berbagai wilayah. Mereka berencana bertemu kembali pada peringatan satu abad Sumpah Pemuda, tepatnya pada tahun 2028, untuk melanjutkan agenda bersama tersebut.
Deklarasi ini menjadi salah satu bentuk konsolidasi suara anak muda yang ingin realitas krisis di lapangan, baik dari sisi sosial maupun lingkungan, didengar dan direspons melalui kebijakan konkret dari pemerintah pusat.
Catatan Redaksi. Sumpah Pemuda sendiri merujuk pada ikrar yang dicetuskan pemuda dari berbagai daerah dan organisasi pada Kongres Pemuda II tahun 1928, menegaskan cita-cita satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air Indonesia. Format deklarasi seperti ini lazim dipakai gerakan sosial untuk menyatukan tuntutan dari komunitas yang berbeda-beda ke dalam satu pernyataan bersama, sehingga lebih mudah disampaikan dan ditindaklanjuti oleh pembuat kebijakan.
Sumber: Institut Hijau Indonesia.
