RTH Pasir Wangi Bandung Resmi Dibuka, BINUS Turut Berperan

RTH Pasir Wangi Bandung Resmi Dibuka, BINUS Turut Berperan

BINUS @Bandung bersama Pemerintah Kota Bandung meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasir Wangi di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, pada 18 Oktober 2026. Peresmian ini merupakan bagian dari program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung dalam rangka Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana.

RTH yang memiliki luas sekitar empat hektare ini dikembangkan untuk mendukung upaya mitigasi bencana, terutama pencegahan banjir dan tanah longsor, sekaligus menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga sekitar. Kegiatan peresmian turut diisi dengan penanaman pohon dan sejumlah aktivitas konservasi lingkungan.

Bacaan Lainnya

Pelibatan Mahasiswa Lintas Disiplin

Dalam proyek ini, BINUS @Bandung berkontribusi melalui sejumlah program studi. Mahasiswa Interior Design bersama himpunan HIMDI berperan dalam peremajaan kawasan, sementara mahasiswa Visual Communication Design bersama HIMDKV menggarap aspek komunikasi visual dan identitas kawasan. Unit kegiatan mahasiswa fotografi Klifonara juga menggelar pameran foto sebagai bagian dari peringatan Bulan PRB.

Mahasiswa dari program studi lain, seperti Interactive Design and Technology, Computer Science, dan Creativepreneurship, turut terlibat sebagai tim penyelenggara acara dan mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Selain peresmian RTH, momentum ini juga dimanfaatkan untuk penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BINUS @Bandung dan Pemerintah Kota Bandung mengenai penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan sumber daya manusia daerah. Direktur Kampus BINUS @Bandung, Johan Muliadi Kerta, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk kontribusi nyata kampus bagi masyarakat, sementara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan harapannya agar BINUSIAN dapat terus memberikan kontribusi bagi kota tempat mereka belajar.

Catatan Redaksi. Ruang terbuka hijau berfungsi menyerap air hujan ke tanah lewat area resapan, sehingga lahan seperti ini membantu mengurangi volume air yang mengalir cepat ke permukiman saat hujan deras, salah satu sebab utama banjir dan longsor di kawasan perbukitan seperti Ujungberung. Catur Dharma yang disebut dalam kerja sama ini merujuk pada empat kewajiban perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pembinaan kemahasiswaan, sehingga pelibatan mahasiswa lintas jurusan dalam proyek semacam ini sejalan dengan kewajiban pengabdian masyarakat tersebut.

Sumber: BINUS @Bandung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan