BRI Finance Bidik Pembiayaan Alat Berat di Proyek Energi Terbarukan

BRI Finance Bidik Pembiayaan Alat Berat di Proyek Energi Terbarukan
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) melihat pengembangan proyek energi terbarukan sebagai peluang untuk memperkuat bisnis pembiayaan alat berat. Proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas besar dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai akan mendorong kebutuhan alat berat, mulai dari pembukaan lahan, pekerjaan sipil, konstruksi, hingga operasional pendukung.

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, menyebut peluang ini sejalan dengan fokus perusahaan mengembangkan bisnis komersial dan pembiayaan aset produktif. Menurutnya, masuk ke sektor energi terbarukan juga membuka jalan bagi perusahaan untuk memperluas portofolio ke arah pembiayaan berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada sektor tradisional seperti pertambangan dan konstruksi.

Bacaan Lainnya

Kontribusi Segmen Komersial

Pembiayaan alat berat merupakan bagian dari segmen komersial BRI Finance yang saat ini menyumbang hampir 35% dari total pembiayaan perusahaan. Segmen ini menjadi salah satu area yang terus didorong untuk memperkuat pertumbuhan pembiayaan produktif.

Untuk menangkap peluang tersebut, BRI Finance menjalankan beberapa strategi, antara lain memperkuat sinergi dengan BRI melalui skema Joint Financing agar memperoleh akses pendanaan yang lebih kompetitif. Ekspansi juga diarahkan ke sektor konstruksi, logistik, infrastruktur, energi terbarukan, perkebunan, dan pengelolaan lingkungan yang memiliki kebutuhan alat berat berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan ekosistem nasabah BRI Group sebagai sumber akuisisi debitur komersial.

Dalam penyaluran pembiayaan, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan kelayakan keuangan debitur, prospek industri, nilai dan likuiditas agunan alat berat, reputasi kontraktor dan supplier, serta potensi perubahan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi tingkat utilisasi alat berat debitur.

Catatan Redaksi. Skema joint financing yang disebut dalam artikel ini merujuk pada pembiayaan bersama antara BRI Finance dan induknya, BRI, sehingga risiko dan dana ditanggung dua pihak sekaligus memperluas kapasitas pembiayaan tanpa menambah modal sendiri secara penuh. PSEL, atau pembangkit listrik berbahan sampah, membutuhkan alat berat sejak tahap pengangkutan dan pengolahan sampah hingga konstruksi fasilitas, berbeda dari PLTS yang alat beratnya lebih banyak dipakai untuk pembukaan lahan dan pemasangan panel.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan