NEST BINUS Rangkul Industri di QS Higher Ed Summit 2026

NEST BINUS Rangkul Industri di QS Higher Ed Summit 2026
Ilustrasi (AI)

BINUS bersama sejumlah mitra lintas sektor menandatangani Piagam Kerja Sama dalam agenda Multi-Helix Hub, bagian dari rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang berlangsung di Bali, Selasa (3/11/2026). Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, media, komunitas, dan yayasan untuk mengembangkan talenta serta menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Apa itu NEST?

Kolaborasi tersebut dikembangkan melalui National Ecosystem for Synergistic Transformation (NEST), sebuah ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, keahlian, jejaring, dan sumber daya dari berbagai sektor. Lewat ekosistem ini, para mitra diharapkan dapat menyusun program bersama yang memperkuat kesiapan generasi penerus, mendorong inovasi, serta memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

CEO BINA NUSANTARA, Bernard Gunawan, mengatakan bahwa perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja menuntut keterlibatan berbagai pihak agar pendidikan tetap relevan. Menurutnya, selama 45 tahun BINUS bertumbuh bersama kepercayaan banyak pihak, dan NEST menjadi langkah untuk mempertemukan kekuatan dunia pendidikan, industri, pemerintah, media, dan masyarakat demi membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi penerus.

Pertemuan di Bali ini melanjutkan rangkaian dialog lintas sektor yang sebelumnya digelar di Jakarta pada Agustus dan Bogor pada Oktober 2026. Pengembangan NEST sendiri diarahkan pada empat fokus utama: pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan, inovasi kolaboratif, pemanfaatan sumber daya bersama, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Program yang direncanakan antara lain pelatihan dan pendampingan, riset bersama, proyek inovasi, hingga perluasan akses terhadap pengalaman dan kesempatan kerja.

Dalam ekosistem ini, institusi pendidikan berperan melalui pembelajaran, riset, dan pengembangan kompetensi, sementara industri memberi masukan soal kebutuhan keterampilan dan peluang penerapan inovasi. Pemerintah dan regulator mendukung keterhubungan dengan arah pembangunan, sedangkan media, komunitas, dan yayasan membantu memperluas penyebaran pengetahuan ke masyarakat. Bernard menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, dan membantu masyarakat tumbuh lebih mandiri secara berkelanjutan.

Catatan Redaksi. Istilah Multi-Helix merujuk pada perluasan konsep triple helix (akademisi, bisnis, pemerintah) dengan melibatkan juga masyarakat dan media, model yang lazim dipakai dalam kebijakan inovasi agar pengembangan talenta tidak hanya bergantung pada kampus dan industri. QS sendiri adalah lembaga asal Inggris yang dikenal lewat pemeringkatan universitas dunia, QS World University Rankings.

Sumber: BINA NUSANTARA (BINUS).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan