Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum Harbolnas 2026

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum Harbolnas 2026

Kampanye belanja 11.11 tinggal beberapa hari, sementara Harbolnas 2026 menyusul pada 10 hingga 16 Desember. Bagi penjual yang ingin memiliki toko online sendiri di luar marketplace, momen ini kerap dipakai untuk menguji kesiapan toko sebelum menyasar lonjakan transaksi yang lebih besar saat Harbolnas.

Pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas 2026 mencapai Rp40 triliun, naik dari Rp36,4 triliun pada tahun sebelumnya, seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat peluncuran Road to Harbolnas akhir Agustus lalu. Kementerian Perdagangan juga membuka pendaftaran bagi brand dan UMKM yang ingin ikut, dengan masa pendaftaran yang disebut ditutup pada minggu kedua November.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Bukan Soal Template, tapi Kesiapan Produk

Membuat toko online disebut lebih banyak bergantung pada kesiapan nonteknis ketimbang pemilihan desain situs. Hal mendasar yang perlu disiapkan di tiap halaman produk antara lain foto yang jelas dari berbagai sudut, deskripsi bahan dan ukuran, harga, varian, serta stok. Dua angka yang sering baru terasa penting saat pesanan pertama masuk adalah berat dan ukuran kemasan, karena keduanya menentukan biaya pengiriman.

Domain, Pembayaran, hingga Kurir

Pemilihan nama domain disarankan dilakukan sekali untuk jangka panjang, mengingat perubahan domain setelah situs aktif dapat berdampak pada SEO. Soal pembayaran, data Bank Indonesia mencatat QRIS telah dipakai puluhan juta pengguna dan diterima jutaan merchant, sebagian besar UMKM, sehingga toko yang hanya menyediakan transfer manual berisiko menambah langkah bagi pembeli. Ongkos kirim sendiri dihitung dari berat atau ukuran volumetrik kemasan, bukan dari isi produk, sehingga penimbangan dan pengukuran kemasan perlu dilakukan sejak awal.

Sebagai gambaran penerapan, PT BisnisOn Digital Solutions menawarkan layanan toko online dengan domain dan SSL otomatis, enam pilihan payment gateway, serta integrasi ke sembilan kurir nasional. Biaya layanan ini dihitung berdasarkan jumlah pesanan per bulan, mulai Rp99 ribu untuk 0 hingga 50 pesanan, dengan masa coba gratis 30 hari tanpa kartu kredit.

Secara umum, proses dari penyiapan produk hingga pesanan pertama disarankan dilakukan dalam kerangka waktu sekitar tujuh hari: memilih dan memfoto produk, menentukan domain, mengunggah katalog, menyambungkan pembayaran dan kurir, melakukan uji coba pembelian, lalu mengumumkan toko kepada pelanggan sebelum memantau pesanan masuk.

Catatan Redaksi. QRIS adalah standar kode QR pembayaran yang disusun Bank Indonesia agar satu kode bisa dipakai lintas aplikasi dompet digital dan bank, berbeda dari dulu ketika tiap aplikasi punya kode QR sendiri sendiri. Sementara itu, ongkos kirim dihitung dari berat volumetrik, yaitu perkiraan berat berdasarkan panjang kali lebar kali tinggi kemasan dibagi angka pembagi tertentu, karena kurir perlu memperhitungkan ruang yang dipakai paket di kendaraan, bukan hanya beratnya di timbangan.

Sumber: PT BisnisOn Digital Solutions.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan