
LRT Jabodebek menyelenggarakan pelatihan bertajuk Personal Effectiveness and Assertive Communication bagi petugas garda depan pada 28-29 Oktober 2026 di Kantor Divisi LRT Jabodebek. Pelatihan ini ditujukan bagi Station Officer (SO) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) stasiun, dengan tujuan memperkuat kemampuan komunikasi dan penanganan keluhan pengguna selama perjalanan.
Lima Pilar Pelayanan Prima
Dengan menghadirkan Rudi Hillman dari Maha Talenta Serendi sebagai narasumber, peserta dibekali lima pilar service excellence: empati terhadap kebutuhan pengguna, profesionalisme dalam melayani, responsivitas, kemampuan membangun kepercayaan, serta kesiapan penampilan dan fasilitas. Selain itu, peserta juga dilatih membangun komunikasi asertif agar dapat menyampaikan informasi secara tegas namun tetap menghargai perasaan pengguna.
Baca juga:
- LRT Jabodebek Simulasikan Tanggap Darurat di Stasiun Jati Mulya
- KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan
Pelatihan turut diperkaya dengan simulasi penanganan situasi nyata di stasiun, seperti pengguna yang tertinggal barang, kepadatan di peron, keterlambatan perjalanan, hingga penumpang yang tertinggal kereta karena pintu sudah tertutup. Salah satu teknik yang diajarkan adalah pendekatan A-E-R atau Apologize, Empathy, dan Resolve, yakni meminta maaf atas ketidaknyamanan, menunjukkan empati, lalu memberikan solusi yang tepat.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan layanan harus berjalan seiring penguatan kompetensi petugas yang berhadapan langsung dengan pengguna. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dan memahami kebutuhan pengguna menjadi kompetensi penting yang terus diperkuat perusahaan.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan membuat petugas lebih percaya diri dan terampil merespons kebutuhan maupun kendala yang dihadapi pengguna di lapangan. LRT Jabodebek menegaskan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan transportasi publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Catatan Redaksi. Teknik A-E-R (Apologize, Empathy, Resolve) adalah pola tiga langkah yang lazim diajarkan dalam pelatihan layanan pelanggan di berbagai industri, bukan hanya transportasi. Urutannya disusun agar petugas tidak langsung lompat ke solusi teknis sebelum pengguna merasa keluhannya didengar, sehingga kekecewaan tidak membesar sebelum masalah benar-benar diselesaikan.
Sumber: LRT Jabodebek.





