KAI Bandara dari Stasiun Wates Catat 948.336 Penumpang Sejak 2022

KAI Bandara dari Stasiun Wates Catat 948.336 Penumpang Sejak 2022
Ilustrasi (AI)

PT Railink, operator layanan KAI Bandara, mencatat total 948.336 penumpang telah menggunakan layanan KAI Bandara dari Stasiun Wates sejak mulai beroperasi pada April 2022 hingga 16 September 2026. Layanan ini menjadi salah satu moda transportasi andalan warga Kulon Progo dan sekitarnya untuk menjangkau Yogyakarta International Airport (YIA).

Tren Pertumbuhan Penumpang

Jumlah penumpang tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada periode April-Desember 2022 tercatat 87.735 penumpang, lalu naik menjadi 169.960 penumpang pada 2023. Pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan 221.545 penumpang, dan mencapai puncaknya pada 2025 sebanyak 261.558 penumpang, angka tahunan tertinggi selama masa operasional PT Railink. Hingga 16 September 2026, tercatat tambahan 207.538 penumpang.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyatakan pencapaian ini merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan transportasi kereta yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat yang bepergian menuju maupun dari YIA.

Beralih ke KAI Commuter

Terhitung mulai 17 September 2026, pengelolaan layanan KAI Bandara di wilayah Yogyakarta yang sebelumnya dioperasikan PT Railink resmi dialihkan kepada KAI Commuter. Dengan demikian, data hingga 16 September 2026 menjadi catatan akhir periode layanan PT Railink di Stasiun Wates, sekaligus menandai berakhirnya hampir satu juta perjalanan penumpang yang telah dilayani perusahaan tersebut.

PT Railink menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa, pemerintah daerah, dan mitra kerja yang telah mendukung operasional layanan selama lebih dari empat tahun terakhir.

Catatan Redaksi. PT Railink merupakan perusahaan patungan KAI dengan pengelola bandara yang khusus mengoperasikan kereta bandara, termasuk rute ke YIA sejak 2022. Pengalihan operasional ke KAI Commuter per September 2026 adalah bagian konsolidasi layanan kereta komuter dan bandara di bawah satu operator, sehingga pengaturan jadwal dan integrasi antarmoda di kawasan Yogyakarta bisa dikelola dari satu sistem yang sama.

Sumber: PT Railink.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan