
PT Railink, operator layanan KAI Bandara, mencatat sebanyak 41.296 penumpang telah menggunakan KA Srilelawangsa relasi Medan–Lubuk Pakam sejak layanan ini mulai beroperasi pada Juli 2026 hingga 20 Oktober 2026. Jumlah ini menunjukkan minat masyarakat Sumatera Utara terhadap moda transportasi berbasis kereta api sebagai alternatif perjalanan harian.
Berdasarkan data perusahaan, jumlah penumpang tercatat sebanyak 11.586 orang pada Juli 2026, kemudian 10.978 orang pada Agustus, dan 10.207 orang pada September. Sementara pada periode 1–20 Oktober 2026, tercatat 8.525 penumpang menggunakan layanan ini.
Baca juga:
- Tiket KA Srilelawangsa Kini Bisa Dipesan Online dan Offline H-7
- KAI Bandara Layani 2,9 Juta Penumpang hingga Mei 2026, Tumbuh 1,78 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
KA Srilelawangsa menghubungkan lima stasiun, yakni Medan, Bandar Khalipah, Batang Kuis, Araskabu, dan Lubuk Pakam. Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan pengembangan layanan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Bantuan untuk Panti Asuhan
Selain mencatat pertumbuhan jumlah penumpang, KAI Bandara juga menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket tas sekolah, alat tulis, dan sembako kepada Panti Asuhan Al Washliyah di Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan KAI Bandara, Sosiawan Putra, dan diterima oleh pengurus panti, Muhammad Khairi Kifrawi.
Porwanto menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya sebatas menyediakan layanan transportasi, tetapi juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk mendukung kebutuhan pendidikan dan kebutuhan pokok anak-anak di panti asuhan tersebut.
Catatan Redaksi. PT Railink selama ini dikenal sebagai operator kereta bandara, seperti KA Bandara Kualanamu di Sumatera Utara. KA Srilelawangsa berbeda karena menghubungkan stasiun-stasiun reguler antara Medan dan Lubuk Pakam tanpa berakhir di bandara, sehingga layanan ini berfungsi lebih seperti kereta komuter harian bagi warga yang bekerja atau beraktivitas di kedua kota tersebut.
Sumber: PT Railink.





