
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan positif hingga kuartal III 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan tol Rp14,3 triliun yang naik 6,8%, serta pendapatan usaha lain senilai Rp1,3 triliun yang melonjak 21,5% secara tahunan.
Dari sisi profitabilitas, Jasa Marga mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin EBITDA 67%, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,7 triliun. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut capaian ini sebagai hasil dari pengelolaan operasional yang optimal sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk pengembangan jaringan tol dan peningkatan layanan berbasis teknologi.
Baca juga:
- Selaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan
- Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026
Volume Lalu Lintas dan Perluasan Jaringan
Secara operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga tercatat lebih dari 981 juta kendaraan sepanjang Januari-September 2026, dengan rata-rata lalu lintas harian sekitar 3,6 juta kendaraan. Jasa Marga saat ini mengoperasikan 1.294 km jalan tol dari total konsesi 1.736 km, atau sekitar 42% dari total panjang tol yang beroperasi di Indonesia. Memasuki Oktober 2026, ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi segmen Gending-Paiton sepanjang 24 km mulai dioperasikan, sehingga total panjang tol operasional Jasa Marga naik menjadi 1.318 km. Beberapa proyek strategis lain yang sedang dikejar penyelesaiannya antara lain Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Akses Patimban, Yogyakarta-Bawen, serta Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.
Transformasi Layanan dan Keselamatan
Perseroan juga menegaskan transformasi perannya dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol, melalui tiga pilar utama: pemeliharaan infrastruktur berbasis teknologi (Protect the Journey), kenyamanan perjalanan lewat rejuvenasi rest area (Support the Journey), dan penyediaan informasi lalu lintas terpusat lewat command center, call center 133, serta aplikasi Travoy (Inform the Journey). Jasa Marga turut mendukung target pemerintah mencapai Zero Over Dimension Over Loading pada 2027 melalui fasilitas Weigh In Motion yang terintegrasi dengan sistem Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri.
Menjelang akhir tahun, Jasa Marga menyiapkan kesiapan operasional untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas pada libur Natal dan Tahun Baru, mencakup pemeliharaan infrastruktur, pemantauan lalu lintas, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Catatan Redaksi. Over Dimension Over Loading (ODOL) adalah praktik kendaraan angkutan barang yang melebihi batas dimensi atau muatan yang diizinkan, salah satu penyebab utama jalan cepat rusak dan rawan kecelakaan. Weigh In Motion memungkinkan penimbangan berat kendaraan dilakukan otomatis saat kendaraan tetap melaju, sehingga pelanggaran bisa terdeteksi tanpa menghentikan arus lalu lintas di gerbang tol.
Sumber: PT Jasa Marga (Persero) Tbk.





