LRT Jabodebek: Jalur 43 Km Diperiksa Rutin Setiap Malam

LRT Jabodebek: Jalur 43 Km Diperiksa Rutin Setiap Malam
Ilustrasi (AI)

LRT Jabodebek rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana jalur sepanjang sekitar 43 kilometer sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna dan kelancaran perjalanan. Kegiatan ini dilakukan sesuai Standard Operational Procedure (SOP) dan ketentuan teknis yang berlaku, mulai dari pengecekan harian hingga pemeriksaan berkala.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada komponen jalur sejak dini. “Keselamatan pengguna dan perjalanan LRT Jabodebek menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Karena itu, kondisi prasarana jalur perlu dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan Setiap Malam

Petugas melakukan pengecekan harian saat jam operasional kosong, yakni pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Cakupannya meliputi pengukuran lebar rel menggunakan alat matisa, pelumasan jalur lengkung, pemeliharaan drainase dan lingkungan, perawatan jalur beton, sistem penambat rel, pagar pengaman, hingga geometri jalur lengkung.

Pemeriksaan Berkala dan Teknologi Deteksi Gempa

Selain perawatan harian, ada pemeriksaan berkala yang mencakup komponen seperti wesel, guard rail, kondisi dan usia penambat, struktur beton pendukung jalur, sambungan rel hasil pengelasan flash butt dan thermit, pelat sambung, serta buffer stop di ujung jalur. Pemeriksaan ini juga melibatkan Seismic Detection Alarm System (SDAS), sistem yang memberi informasi dampak getaran gempa terhadap prasarana sebagai acuan tindak lanjut petugas.

Menurut Radhitya, keandalan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengoperasian kereta, tetapi juga kondisi prasarana yang menunjangnya. “Pemeliharaan jalur dan komponen pendukungnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan LRT Jabodebek untuk mobilitas harian,” tambahnya.

Catatan Redaksi. SDAS bekerja dengan sensor yang mendeteksi getaran tanah akibat gempa, lalu mengirim sinyal peringatan dini ke petugas sehingga perjalanan kereta bisa dihentikan atau diperlambat sebelum getaran memengaruhi struktur jalur. Pemeriksaan dijadwalkan dini hari karena saat itu jalur tidak dilalui kereta, sehingga petugas bisa memeriksa rel, wesel, dan sambungan las tanpa mengganggu operasional siang.

Sumber: LRT Jabodebek.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan