Sanggabiz Ikut KUMPUL Connect for Change Summit 2026 di Jakarta

Sanggabiz Ikut KUMPUL Connect for Change Summit 2026 di Jakarta
Ilustrasi (AI)

Sanggabiz turut berpartisipasi dalam KUMPUL Connect for Change SUMMIT 2026 yang berlangsung pada 20-21 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan dan beberapa lokasi lain di Jakarta. Mengusung tema “Reimagine Impact”, acara ini menjadi ajang pertemuan bagi para pelaku ekosistem inovasi dan bisnis di Indonesia.

Dalam summit tersebut, Sanggabiz membuka booth pameran interaktif sebagai bagian dari upayanya memperkuat posisi sebagai mitra strategis di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan tata kelola sistem bisnis. Perusahaan menekankan pentingnya membangun struktur yang kuat sebelum melakukan ekspansi atau peningkatan skala usaha, sejalan dengan semangat tema konferensi yang mendorong gerakan dari inisiatif-inisiatif yang terpisah menuju perubahan yang terintegrasi dan dapat diskalakan.

Bacaan Lainnya

Peran UMKM dalam Ekonomi ASEAN

Dalam rilisnya, Sanggabiz menyoroti data bahwa bisnis kecil yang terus bertumbuh menjadi penggerak utama ekonomi di kawasan ASEAN. Pada 2023, sektor ini mendominasi 97 persen dari total ekosistem bisnis, naik 5 persen dari tahun sebelumnya, serta menyumbang 45 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) regional dan menyediakan 85 persen dari total lapangan kerja.

Namun di balik kontribusi besar tersebut, banyak komunitas bisnis yang menurut Sanggabiz masih terputus satu sama lain, sehingga solusi-solusi yang ada kesulitan menjangkau pelaku usaha yang paling membutuhkan. Melalui booth-nya di summit, Sanggabiz menawarkan solusi operasional harian dan sistem dasbor yang dirancang agar UMKM dan wirausahawan dapat terhubung dengan ekosistem yang lebih luas secara lebih efisien.

Sanggabiz menyampaikan bahwa dampak sebuah program bisnis maupun sosial tidak lagi bisa diukur hanya dari satu kemitraan atau satu hibah saja. Perusahaan mengajak pelaku industri untuk lebih fokus pada bagaimana menghubungkan, mendanai, dan mendukung berbagai solusi bisnis agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Catatan Redaksi. Data yang disebut Sanggabiz mencerminkan pola umum di ekonomi ASEAN: UMKM mendominasi jumlah unit usaha dan lapangan kerja, tetapi sumbangannya ke PDB secara proporsional lebih kecil, karena skala usaha yang kecil umumnya membuat produktivitas per pekerja lebih rendah dibanding usaha besar. Ketimpangan semacam ini yang biasanya melatari seruan menghubungkan UMKM ke pembiayaan, pasar, dan sistem pengelolaan bisnis yang lebih terstandardisasi, dengan harapan produktivitasnya ikut terkerek naik.

Sumber: Sanggabiz.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan