BRI Finance Garap Pembiayaan Mobil Bekas secara Selektif

BRI Finance Garap Pembiayaan Mobil Bekas secara Selektif
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance terus memperkuat posisinya di segmen pembiayaan mobil bekas. Perusahaan menilai kebutuhan masyarakat akan kendaraan dengan harga yang sesuai kemampuan finansial membuka peluang besar di segmen tersebut, meski karakteristik pembiayaannya berbeda dari mobil baru.

Dalam pembiayaan mobil bekas, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan kemampuan finansial calon konsumen, tetapi juga usia, kondisi, dan nilai kendaraan yang dibiayai. Pemahaman terhadap karakteristik konsumen dan kualitas kendaraan menjadi kunci agar pertumbuhan bisnis tetap sehat.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Pendekatan Selective Growth

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan segmen mobil bekas memberi alternatif bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan dengan pilihan harga yang lebih beragam. Menurutnya, pengembangan segmen ini dilakukan dengan pendekatan yang sesuai karakteristik pasar, sembari memastikan penyaluran pembiayaan mempertimbangkan profil konsumen dan kualitas aset.

Untuk memperluas jangkauan pasar, BRI Finance mengoptimalkan jaringan pemasaran dan memperkuat kerja sama dengan dealer, sekaligus meningkatkan efektivitas proses akuisisi konsumen. Langkah ini berjalan sejalan dengan strategi selective growth, di mana peluang ekspansi dinilai tidak hanya dari potensi penyaluran, tetapi juga dari profil calon konsumen, kondisi kendaraan, dan risiko pembiayaan yang menyertainya.

“Pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan kualitas portofolio. Karena itu, kami menerapkan proses yang selektif, mulai dari pemilihan mitra dan akuisisi konsumen hingga pengelolaan risiko,” ujar Dhani, menambahkan bahwa langkah ini bertujuan menjaga kualitas aset dan keberlanjutan usaha perseroan.

Catatan Redaksi. Berbeda dari mobil baru yang nilainya mengikuti harga pabrikan, mobil bekas mengalami penyusutan nilai yang tidak seragam, tergantung usia, jarak tempuh, dan kondisi fisiknya. Karena itu, perusahaan pembiayaan biasanya melakukan penilaian atau appraisal atas kendaraan sebelum menyetujui pinjaman, sebab nilai jual kembali kendaraan menjadi jaminan utama jika konsumen gagal membayar. Strategi selective growth sendiri merujuk pada pertumbuhan bisnis yang dikendalikan lewat penyaringan ketat calon nasabah dan aset, bukan sekadar memperbesar jumlah pembiayaan yang disalurkan.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan