
Sanggabiz resmi mengumumkan 30 bisnis dan inovator terpilih untuk mengikuti program pembinaan intensif bertajuk Inclusive Business Accelerator. Program berdurasi dua minggu ini menjadi bagian dari rangkaian menuju konferensi Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027, dengan fokus pada pematangan validasi pasar dan penguatan operasional bisnis, termasuk pemberdayaan wirausaha penyandang disabilitas.
Sebaran Peserta dan Kesiapan Usaha
Dari 30 peserta terpilih, 16 orang (53%) berdomisili di DI Yogyakarta, sementara 14 lainnya berasal dari luar daerah tersebut seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Soal kesiapan usaha, 21 bisnis telah berjalan dan 9 lainnya masih dalam tahap pematangan ide. Industri yang terlibat juga cukup berimbang antara sektor teknologi (14 entitas) dan non-teknologi (16 entitas). Sebagai bagian dari komitmen inklusi, sembilan bisnis di antaranya didirikan oleh founder penyandang disabilitas, empat dari Yogyakarta dan lima dari luar daerah.
Fokus pada Sistem, Bukan Sekadar Ide
CEO Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika, menekankan bahwa program ini dirancang agar peserta keluar dengan sistem operasional yang jelas, bukan hanya gagasan di atas kertas. “Harapan saya untuk ke-30 peserta ini, khususnya bagi para founder penyandang disabilitas, adalah agar inkubasi ini menjadi momentum untuk membangun fondasi operasional yang kuat. Kami di Sanggabiz selalu memegang prinsip ‘structure before scale’,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melahirkan inovasi yang komersial dan menguntungkan.
Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti sejumlah sesi pembinaan daring mulai dari validasi masalah, operasional bisnis, hingga persiapan presentasi atau pitching. Tahap ini akan berujung pada babak Preliminary Pitch secara offline di Yogyakarta, di mana lima bisnis terbaik akan dipilih untuk tampil dalam showcase eksklusif.
Kelima finalis tersebut nantinya akan memamerkan bisnis mereka pada acara puncak Jogja Business & Economic Outlook 2027 bertema “From Resilience to Renewal”, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 November 2026, di Wyndham Garden Yogyakarta. Informasi pendaftaran dan pembaruan acara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @jbeo.official.
Catatan Redaksi. Prinsip ‘structure before scale’ yang disebut CEO Sanggabiz merujuk pada pendekatan umum dalam pembinaan startup, yakni memastikan proses operasional, mulai dari pencatatan, alur kerja, hingga validasi pasar, berjalan rapi sebelum bisnis memperbesar skala produksi atau penjualan. Pendekatan ini lazim dipakai akselerator bisnis karena ekspansi yang terlalu cepat tanpa fondasi sistem yang jelas sering membuat usaha kesulitan mengelola lonjakan permintaan atau kompleksitas operasional.
Sumber: Sanggabiz.





