Harga Emas Hari Ini 22 Oktober: XAUUSD Diproyeksi ke US$4.040

Harga Emas Hari Ini 22 Oktober: XAUUSD Diproyeksi ke US.040
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Menurut analisis PT. Dupoin Futures Indonesia, pergerakan emas pada grafik harian masih tertahan di area resistance US$4.156 hingga US$4.200, sementara pola teknikal yang terbentuk mengindikasikan dominasi sentimen bearish.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut pola Drop Base Drop yang muncul pada grafik mencerminkan risiko lanjutan penurunan setelah fase konsolidasi harga. Selama level resistance tersebut belum tertembus, ruang penguatan emas dinilai masih terbatas. Jika tekanan jual berlanjut dan support pertama di US$4.073 jebol, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju US$4.040. Sebaliknya, penembusan ke atas US$4.200 akan membuat skenario bearish perlu dievaluasi ulang.

Bacaan Lainnya

Faktor The Fed dan Inflasi AS

Selain faktor teknikal, arah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) turut menjadi perhatian pasar. Mengacu pada rangkuman Reuters, kenaikan harga minyak berisiko menahan laju penurunan inflasi, yang pada gilirannya dapat membatasi ruang pelonggaran suku bunga. Investor kini menanti keputusan suku bunga The Fed pada 27-28 Oktober serta data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan rilis pekan berikutnya.

Penurunan imbal hasil obligasi AS (US Treasury) yang terjadi sebelumnya sempat memberi ruang bagi penguatan emas, namun pemulihan ini dinilai masih rentan terbatas apabila ketidakpastian arah suku bunga tetap tinggi. Jika dolar AS dan yield Treasury kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD diperkirakan bertambah sejalan dengan tren bearish di grafik harian.

Dupoin Futures menekankan bahwa arah harga emas selanjutnya akan sangat bergantung pada interaksi antara kondisi teknikal dan perkembangan ekonomi AS. Investor disarankan memantau pergerakan harga minyak, data inflasi PCE, dan keputusan The Fed untuk menilai perubahan sentimen pasar. Perusahaan mengingatkan bahwa analisis ini merupakan gambaran skenario pasar, bukan kepastian arah harga atau rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan