
Perubahan tarif balasan bisnis di WhatsApp Business Platform yang berlaku sejak 1 Oktober 2026 membuat dua perusahaan dengan jumlah chat bulanan yang sama bisa menanggung biaya berbeda. Selisih ini muncul dari jumlah balasan petugas, penggunaan chatbot, hingga pesan tambahan yang dikirim ke pelanggan.
Menanggapi perubahan tersebut, penyedia layanan CRM dan omnichannel Barantum mengangkat isu ini melalui webinar bertajuk ‘Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026’. Acara ini membahas cara menghitung biaya, menyusun SOP layanan, serta memilih kanal komunikasi yang efisien.
Baca juga:
- Tarif WhatsApp Bisnis Naik Oktober 2026, Begini Cara Hitung Biayanya
- Chat Gratis 72 Jam dari Iklan WhatsApp: Begini Cara Efektifnya
Jumlah Chat Tidak Sama dengan Jumlah Pesan Berbayar
Satu chat masuk dari pelanggan bisa menghasilkan beberapa balasan sekaligus, baik dari petugas, chatbot, maupun sistem auto-reply. Karena itu, penghitungan biaya perlu memperhitungkan seluruh respons yang relevan tanpa menghitung pesan yang sama dua kali. Barantum menyediakan kalkulator tarif WhatsApp API dengan ilustrasi tarif Rp367 per balasan setelah kuota 1.000 pesan gratis per nomor bisnis per bulan, aturan yang berbeda dari WhatsApp Business App biasa.
Simulasi Perhitungan Biaya
Sebagai gambaran, sebuah nomor bisnis yang menerima 1.500 chat per bulan dengan rata-rata dua balasan petugas dan satu balasan otomatis per chat akan menghasilkan total 4.500 pesan. Setelah dikurangi kuota gratis 1.000 pesan, sisa 3.500 pesan dikenai tarif ilustrasi tersebut sehingga estimasi biaya balasan mencapai sekitar Rp1,28 juta per bulan. Angka ini hanya simulasi dan belum mencakup biaya broadcast, platform, atau layanan tambahan lain.
Selain menghitung volume pesan, Barantum menyarankan bisnis meninjau ulang alur layanan pelanggan agar pertanyaan berulang berkurang dan proses tindak lanjut lebih jelas, termasuk mempertimbangkan kanal live chat di situs web sebagai pelengkap WhatsApp. Pemilihan kanal tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, karena efisiensi biaya tidak hanya dilihat dari jumlah pesan yang berkurang, tetapi juga dari tuntasnya penanganan masalah.
Webinar dengan subjudul ‘Optimalkan Layanan, SOP, dan Channel Tanpa Mengurangi Customer Experience’ ini dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00-15.30 WIB, dengan dua pembicara dari tim Barantum yang membahas aspek biaya, SOP, dan strategi pemilihan kanal komunikasi.
Catatan Redaksi. WhatsApp Business Platform (API) berbeda dari WhatsApp Business App biasa: layanan ini diakses lewat mitra resmi Meta yang disebut Business Solution Provider, seperti Barantum, dan tarifnya mengikuti kebijakan harga Meta yang kini dihitung per pesan balasan, berbeda dari skema berbasis sesi percakapan yang dipakai sebelumnya. Artikel ini bersumber dari siaran pers Barantum, penyedia CRM dan omnichannel yang menjadi pembicara dalam webinar yang dibahas.
Sumber: Barantum.





