
Maxim Indonesia merilis hasil survei internal mengenai program Turbo, fitur opsional yang memberi mitra pengemudi aktif keleluasaan menentukan waktu pemakaiannya guna mengoptimalkan peluang mendapat pesanan. Survei ini melibatkan 33.612 mitra pengemudi untuk memahami pola penggunaan serta manfaat program tersebut.
Hasil survei mencatat 61,9% responden menyatakan menggunakan Turbo. Dari sisi frekuensi, 51,2% memakainya satu hingga empat kali sebulan, 36% menggunakannya setiap hari, sementara sisanya memakai Turbo lebih jarang atau lebih sering sesuai kebutuhan masing-masing.
Baca juga:
Dampak pada Pendapatan
Di antara pengguna Turbo, 74,1% mengaku program ini membantu meningkatkan pendapatan mereka, atau sekitar tujuh dari sepuluh pengguna. Mayoritas responden bersedia mengeluarkan biaya Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk pemakaian selama lima jam kerja, dengan pertimbangan peluang memperoleh pesanan bernilai lebih tinggi.
“Ketika menentukan waktu penggunaan Turbo, kita juga perlu melihat kondisi di lapangan, termasuk jam sibuk sewaktu permintaan sedang tinggi,” ujar Firdaus, salah satu mitra pengemudi Maxim.
Maxim menegaskan bahwa Turbo bukan persyaratan untuk menerima pesanan. Mitra yang tidak menggunakan program ini tetap bisa menerima dan memilih pesanan seperti biasa melalui aplikasi. Dirhamsyah, Development Director Maxim, menyatakan masukan dari mitra pengemudi akan terus menjadi pertimbangan dalam pengembangan Turbo agar tetap relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Catatan Redaksi. Turbo adalah bentuk insentif dinamis, mirip mekanisme surge pricing yang lazim di aplikasi ride-hailing, di mana pengemudi membayar biaya tambahan agar pesanannya diprioritaskan saat permintaan tinggi. Model ini berbeda dari sistem antrean standar karena peluang mendapat order bergantung pada kesediaan membayar, bukan semata urutan atau kedekatan lokasi, sehingga hasilnya bisa bervariasi tergantung jam dan area operasi masing-masing mitra.
Sumber: Maxim Indonesia.





