Lantai Mezanin Gudang Bergoyang? Ini Kesalahan Pilih Rangka Besinya

Lantai Mezanin Gudang Bergoyang? Ini Kesalahan Pilih Rangka Besinya

Keterbatasan lahan membuat banyak pemilik gudang memilih menambah lantai mezanin alih-alih memperluas bangunan. Namun proses ini kerap terbalik: profil rangka ditentukan lebih dulu berdasarkan stok dan harga yang tersedia, sementara perhitungan beban baru menyusul belakangan. Urutan seperti ini disebut sebagai penyebab utama lantai mezanin yang bergoyang atau balok yang melendut.

Beban Berbeda untuk Fungsi Berbeda

Standar SNI 1727:2020 menetapkan beban hidup minimum sekitar 390 kilogram per meter persegi untuk gudang penyimpanan ringan, dan sekitar 732 kilogram per meter persegi untuk penyimpanan berat. Jika fungsi mezanin bergeser dari sekadar ruang kerja menjadi area penyimpanan, selisih beban yang harus ditanggung rangka bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat dari rencana awal.

Bacaan Lainnya

Kanal C Bukan untuk Semua Bagian Rangka

Rangka mezanin umumnya tersusun dari beberapa jenis profil dengan peran berbeda: balok utama menahan beban terbesar, balok anak membagi beban lantai, dan pengaku diagonal menjaga kestabilan dari goyangan. Profil kanal C, karena berdinding tipis dan penampangnya tidak simetris, rawan terpuntir jika dipaksakan menjadi balok utama. Praktik umum di lapangan mengatasi hal ini dengan memasang kanal C berpasangan atau menambahkan pengaku lateral di sepanjang bentang.

Yang Perlu Dipastikan Sebelum Membeli Material

Sejumlah hal disarankan dikonfirmasi ke pemasok sejak tahap perencanaan, bukan saat material sudah dipesan: ukuran dan tebal aktual profil, ketersediaan profil sayap lebar untuk balok utama, variasi ukuran besi siku untuk pengaku, serta panjang batang yang tersedia agar sambungan tidak jatuh di titik tengah bentang yang menanggung momen terbesar.

Tahapan yang Disarankan

Urutan kerja yang dianjurkan dimulai dari menetapkan fungsi lantai secara jujur, menghitung beban hidup sesuai fungsi tersebut, menentukan jarak kolom dan bentang balok, memilih profil untuk tiap lapis rangka, lalu mencocokkannya dengan ukuran yang benar-benar tersedia di pasaran. Lendutan juga disarankan diperiksa terpisah dari kekuatan, karena rangka yang secara teknis kuat tetap bisa terasa bergoyang saat dilewati.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers CV Sentral Besi Pratama Putra, pemasok besi yang dibahas di dalamnya. Kanal C rawan terpuntir karena penampangnya berbentuk U terbuka sehingga pusat gesernya tidak sejajar dengan garis bebannya, berbeda dari profil H-beam atau WF yang simetris penuh dan lebih stabil menahan torsi sebagai balok utama. SNI 1727:2020 sendiri merupakan standar nasional beban minimum desain struktur bangunan di Indonesia.

Sumber: CV Sentral Besi Pratama Putra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan