KAI Logistik Sabet Sector Champion Logistik di CX100 Award 2026

KAI Logistik Sabet Sector Champion Logistik di CX100 Award 2026
Ilustrasi (AI)

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) meraih predikat Sector Champion untuk kategori Logistik dalam ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Penghargaan ini diserahkan dalam acara di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Selasa (13/10). Selain gelar sector champion, KAI Logistik juga menempati posisi ke-48 dalam daftar Top Danantara Indonesia CX100 BUMN 2026 dari total 100 BUMN yang masuk peringkat.

Apa itu CX100?

Danantara Indonesia CX100 merupakan model penilaian Customer Experience yang dirancang sebagai tolok ukur kualitas layanan BUMN dari sudut pandang pelanggan. Penilaian memakai kerangka 3E, yakni Effectiveness, Ease, dan Emotion, melalui berbagai metode seperti survei daring, wawancara mendalam, diskusi kelompok, hingga mystery shopping. Ajang ini mencakup delapan klaster layanan publik, termasuk Energi, Jasa Keuangan, Kesehatan, Logistik, Ritel, Pariwisata, Infrastruktur Transportasi, dan Moda Transportasi, dengan tiga kategori penghargaan utama yaitu Top CX100 BUMN, Sector Champion, dan Grand Champion.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan penghargaan ini menjadi apresiasi atas kepercayaan pelanggan sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan. Ia menambahkan bahwa pengembangan layanan ke depan akan difokuskan pada kemudahan akses, perluasan titik layanan, penguatan teknologi digital, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui konsep green logistics.

Komitmen tersebut juga tercermin dari hasil survei kepuasan pelanggan Semester I 2026 yang mencatatkan skor 4,41, didukung oleh perbaikan dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan, kemudahan layanan, dan respons terhadap keluhan. Perusahaan menyebut peningkatan juga terjadi pada aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan di berbagai unit operasionalnya.

Catatan Redaksi. Danantara Indonesia adalah badan pengelola investasi yang menaungi aset dan saham sejumlah BUMN, dibentuk agar perusahaan pelat merah dikelola lebih profesional dan kompetitif. CX100 menjadi alat ukur internal mereka untuk membandingkan kualitas layanan antar-BUMN, dengan mystery shopping sebagai salah satu metodenya, petugas menyamar sebagai pelanggan biasa agar penilaian mencerminkan pengalaman nyata tanpa rekayasa. Kerangka 3E, efektivitas, kemudahan, dan emosi, menunjukkan tren pengukuran layanan yang kini turut memperhitungkan perasaan pelanggan, bukan sekadar keberhasilan transaksi.

Sumber: PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan