
Harga emas dunia (XAUUSD) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada pekan depan, dengan target pengujian area resistance di kisaran US$4.208 hingga US$4.233. Proyeksi ini merujuk pada analisis Dupoin Futures yang menilai tren sekunder pada grafik harian emas masih mengarah naik selama momentum bullish terjaga.
Rebound Setelah Tertahan di US$4.100
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menyebut pergerakan harga emas saat ini masih membuka ruang untuk penguatan lanjutan. Setelah sempat mengalami penolakan (rejection) di area US$4.100, XAUUSD kembali naik menuju level US$4.170, yang menurutnya menunjukkan tekanan jual mulai diimbangi minat beli meski arah berikutnya tetap bergantung pada kekuatan momentum.
Baca juga:
- Harga Minyak WTI Diprediksi Turun ke US$86-88 Pekan Depan
- Harga Emas Hari Ini Tertekan Dolar, Berpotensi ke US$4.064
Level US$4.100 disebut sebagai support penting yang menjaga struktur kenaikan jangka pendek. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang menguji resistance US$4.208–US$4.233 dinilai masih terbuka. Sebaliknya, jika support ini tertembus, momentum bullish berisiko melemah dan proyeksi kenaikan perlu dievaluasi ulang.
Faktor Geopolitik dan Kebijakan The Fed
Dari sisi fundamental, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dinilai masih dapat menopang harga emas sebagai aset safe haven. Reuters melaporkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bahwa harga emas naik sekitar 0,9 persen menjadi US$4.169,32 per troy ounce, didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield Treasury.
Namun, Dupoin Futures mengingatkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang tetap menjadi risiko yang dapat menahan penguatan dolar AS dan yield Treasury di level tinggi, sehingga berpotensi membatasi kenaikan lanjutan harga emas. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental ini disebut perlu dicermati pelaku pasar sebelum menyimpulkan arah harga pekan depan.
Catatan Redaksi. Support dan resistance adalah level harga yang secara historis sering menahan pelemahan atau penguatan, sehingga dipakai analis teknikal untuk memperkirakan arah pergerakan selanjutnya. Status emas sebagai aset safe haven berarti permintaannya cenderung naik saat ada ketidakpastian geopolitik atau ekonomi, sementara yield Treasury yang turun membuat emas yang tidak memberi bunga menjadi relatif lebih menarik dibandingkan obligasi AS.
Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).





