
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan berpotensi mengalami penguatan sementara dalam perdagangan hari ini, setelah harga kembali gagal menembus zona support di kisaran 86,77–88,47. Menurut analisis Dupoin Futures, kegagalan menembus area tersebut membuka ruang bagi WTI untuk membentuk penguatan jangka pendek sebelum kemungkinan kembali menghadapi tekanan jual.
Tren Utama Masih Bearish
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menyebut bahwa struktur harga WTI pada timeframe harian masih menunjukkan tren utama yang bearish. Penguatan yang terjadi setelah harga bertahan di area support dinilai belum cukup menjadi indikasi pembalikan arah secara penuh, melainkan hanya koreksi sementara atau secondary trend. Selama harga belum mampu menembus resistance terdekat dan membentuk struktur bullish yang lebih kuat, peluang pelemahan dinilai masih lebih dominan.
Baca juga:
- Harga Emas Hari Ini Tertekan Dolar, Berpotensi ke US$4.064
- Harga Bitcoin Melonjak Imbas Keheningan The Fed
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga minyak sebelumnya dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan global, termasuk pelepasan cadangan strategis oleh sejumlah negara. Tambahan pasokan ini membantu meredakan kekhawatiran atas ketatnya supply dan menjadi salah satu faktor yang menahan kenaikan harga.
Ketegangan di Selat Hormuz
Di sisi lain, risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, dinilai masih dapat memicu volatilitas harga minyak. Reuters melaporkan bahwa pada periode 28 September hingga 5 Oktober tercatat setidaknya 12 insiden serangan, percobaan serangan, atau gangguan terhadap kapal tanker minyak, LNG, dan LPG di kawasan tersebut—jumlah tertinggi dalam sepekan sejak awal tahun. Kondisi ini turut mendorong sentimen positif bagi harga minyak akibat kekhawatiran atas kelancaran distribusi global.
Meski demikian, Dupoin Futures menilai sentimen geopolitik tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama WTI, mengingat besarnya pasokan dari Timur Tengah dan cadangan strategis yang masih mengalir ke pasar. Pelaku pasar disarankan mencermati kemampuan WTI menembus level resistance saat rebound berlangsung, karena kegagalan menembus level tersebut dapat menjadi sinyal bahwa penguatan hanya bersifat sementara.
Catatan Redaksi. Support dan resistance adalah level harga yang berulang kali menjadi batas pantulan di masa lalu, sehingga kegagalan menembusnya kerap dibaca sebagai sinyal tren lanjutan, bukan sekadar angka biasa. Selat Hormuz adalah jalur sempit antara Iran dan Jazirah Arab yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga gangguan di sana cepat memengaruhi sentimen pasar meski pasokan fisik belum tentu berkurang.
Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.





