Harga Emas Hari Ini Tertekan Dolar, Berpotensi ke US$4.064

Harga Emas Hari Ini Tertekan Dolar, Berpotensi ke US.064
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia (XAU/USD) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat menjadi beban utama bagi pergerakan emas, meski sempat terjadi rebound singkat saat yield dan dolar melemah.

Gagal Tembus Resistance, Sinyal Bearish Menguat

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut harga emas pada grafik harian belum mampu menembus zona resistance kuat di kisaran US$4.185-US$4.219. Kegagalan tersebut membentuk pola false break yang mengindikasikan tekanan jual masih dominan di pasar.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

“Emas masih gagal mempertahankan momentum kenaikan setelah menguji area resistance 4.185-4.219. False break yang terbentuk menunjukkan adanya tekanan jual dan membuka peluang penurunan menuju area support 4.110-4.064,” ujar Geraldo.

Selama harga belum berhasil breakout dan bertahan di atas zona resistance tersebut, peluang kelanjutan tren pelemahan dinilai masih terbuka. Sebagai gambaran, Reuters mencatat harga emas spot turun sekitar 0,3% ke level US$4.150,23 per troy ounce pada hari yang sama.

Pasar Menanti Risalah The Fed

Dari sisi fundamental, pelaku pasar masih menanti risalah pertemuan The Federal Reserve untuk mendapat petunjuk arah suku bunga selanjutnya. Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan sempat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober, namun tekanan dari yield Treasury dan dolar yang masih kuat belum sepenuhnya hilang.

Geraldo menambahkan, nada hawkish dari The Fed berpotensi membuat dolar dan yield kembali menguat sehingga menekan emas, sementara sikap yang lebih dovish bisa membuka ruang rebound. Di luar faktor moneter, ketidakpastian geopolitik disebut masih dapat menopang emas sebagai aset safe haven dalam jangka panjang.

Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan