Harga Minyak WTI Diprediksi Turun ke US$86-88 Pekan Depan

Harga Minyak WTI Diprediksi Turun ke US-88 Pekan Depan
Ilustrasi (AI)

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih berpotensi melemah pada pekan depan setelah gagal menembus zona resistance di kisaran US$93,15 hingga US$94,72. Menurut analisis Dupoin Futures, kegagalan ini membuka peluang bagi harga untuk bergerak turun menuju area support US$88,61–US$86,82.

Sinyal Teknikal Masih Bearish

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pada grafik harian WTI membentuk pola penolakan (rejection) setelah mencoba menembus resistance utama. Kondisi ini mengindikasikan momentum kenaikan belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren, dan pergerakan harga berpotensi membentuk pola koreksi ABC yang mendukung skenario pelemahan lanjutan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Dari sisi fundamental, prospek pemulihan pasokan minyak global disebut dapat membatasi kenaikan harga. Jika distribusi energi dari Timur Tengah kembali normal dan arus ekspor meningkat, premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga minyak berpotensi mengecil.

Namun, risiko gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang. Ancaman terhadap kapal tanker dan ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz tetap menjadi faktor yang bisa memicu lonjakan volatilitas, bahkan membuat harga rebound meski struktur teknikal menunjukkan risiko penurunan.

Pergerakan harga terbaru mencerminkan betapa cepatnya sentimen geopolitik bisa mengubah arah pasar. Reuters melaporkan bahwa pada Jumat (9/10/2026), harga WTI turun sekitar US$0,52 menjadi US$90,97 per barel setelah Presiden AS Donald Trump menyinggung kemungkinan pembicaraan dengan Iran, yang sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Di sisi lain, ancaman badai di Teluk Meksiko turut mengganggu produksi minyak lepas pantai AS, menambah ketidakpastian pasokan jangka pendek.

Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan pasokan global bersamaan dengan respons harga di level resistance utama. Selama WTI belum berhasil menembus US$93,15–US$94,72, peluang koreksi ke US$88,61–US$86,82 masih terbuka, meski eskalasi risiko di Selat Hormuz tetap bisa membuat harga bergerak lebih volatil dari perkiraan.

Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan