
PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Belawan mencatat kinerja positif dalam pelayanan arus barang hingga Agustus 2026. Peningkatan terlihat pada sejumlah komoditas utama yang melewati terminal tersebut, mulai dari general cargo hingga curah kering.
Trafik general cargo dan bag cargo tercatat sebesar 475.346 ton/m³, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 390.907 ton/m³. Kenaikan ini antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan bongkar pupuk dan semen dalam kemasan (in bag).
Baca juga:
- Kinerja Pelindo Sinergi Lokaseva Tumbuh di Semester I 2026
- Arus Curah Kering Pelabuhan Belawan Naik 7,66% di Semester I
Sementara itu, arus curah kering hingga Agustus 2026 mencapai 4,12 juta ton, tumbuh 15% dari 3,6 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh aktivitas bongkar muat komoditas bungkil dan cangkang untuk mendukung kebutuhan industri dan perdagangan.
Produktivitas Bongkar Muat
Dari sisi produktivitas, layanan general cargo tercatat mencapai 1.722 ton per kapal per hari, sementara curah kering mencapai 6.110 ton per kapal per hari. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis, menyebut capaian ini sebagai hasil penguatan proses layanan dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat.
“Seiring dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat, kami terus melakukan penguatan pada proses layanan dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Kami berupaya agar kegiatan operasional dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan prosedur, dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ujar Khoiruddin.
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari koordinasi antara PMT, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan seluruh pihak terkait. Ke depan, PMT Branch Belawan akan terus mendorong optimalisasi produktivitas dan kualitas pelayanan untuk mendukung arus barang serta aktivitas perdagangan dan industri di Sumatera Utara.
Catatan Redaksi. General cargo adalah barang yang diangkut tanpa pengemasan khusus, sedangkan curah kering (dry bulk) seperti bungkil (ampas hasil ekstraksi minyak biji, misalnya sawit atau kedelai, yang lazim dipakai sebagai bahan pakan ternak) dan cangkang sawit dimuat langsung tanpa kemasan karena volumenya besar. Metrik ton per kapal per hari menjadi ukuran standar di pelabuhan untuk menilai kecepatan bongkar muat, karena semakin cepat proses ini, semakin singkat waktu sandar kapal sehingga biaya logistik bisa lebih efisien.
Sumber: PT Pelindo Multi Terminal.





